Curhat PKL: Pak Ahok, KTP Saya Tegal

Curhat PKL: Pak Ahok, KTP Saya Tegal

- detikNews
Jumat, 05 Jul 2013 18:17 WIB
Curhat PKL: Pak Ahok, KTP Saya Tegal
Jakarta - Langkah Wagub Ahok untuk menertibkan pedagang kaki lima di Jakarta sepertinya tak akan mudah. Sejumlah kendala akan menghadang, utamanya terkait persoalan sosial. Banyak pedagang kecil ini yang tak memiliki KTP DKI.

"Saya dari Jawa, dari Tegal. KTP Tegal. Saya sudah dagang di sini dari tahun 1993. Saya pindah ke Jakarta dari 1979," terang penjual sate padang depan UI Salemba, Tahman (45) yang ditemui di Salemba, Jakpus, Jumat (5/7/2013).

Kebijakan Ahok untuk membuat Jakarta bersih dan nyaman didukung Tahman. Tapi dia berharap, pedagang kaki lima tak menjadi korban. Tahman mesti membiayai anak dan istrinya di kampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya udah jualan sate Padang dari '93, itu siomay sudah disini dari tahun 70-an. Ya saya harus ada usaha di Jakarta, kalo enggak makannya gimana? Saya tahu saya orang kecil, kalau memang digusur ya saya nggak bisa nolak, saya dagang ditanah orang Jakarta. Ya salah saya juga sudah di Jakarta dari tahun 79 belum buat KTP," cerita Tahman.

Sebenarnya, dia berharap Pemprov DKI mau mengatur pedagang ini. Mereka ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu, tapi yang ramai dan strategis.

"Karena kerjaan saya, hidup saya sudah di Jakarta semua. Atau dikasih misalnya ongkos nih sama pak Ahok, misalnya Rp 100 juta nih balik sana ke kampung, saya mau-mau aja. Jangan sampai digusur saja tapi nggak ada solusinya kayak zaman Pak Fauzi Bowo. Ya pak Jokowi saya rasa lebih memikirkan rakyat. Bisa dicari solusinya biar kita pedagang kecil enak juga," tutupnya.

(ndr/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads