Kesaksian Eks Kalapas dan Telepon Mencurigakan Saat LP Diserang

Sidang Kasus Cebongan

Kesaksian Eks Kalapas dan Telepon Mencurigakan Saat LP Diserang

- detikNews
Jumat, 05 Jul 2013 12:09 WIB
Kesaksian Eks Kalapas dan Telepon Mencurigakan Saat LP Diserang
Bantul - Mantan Kalapas Cebongan sama sekali tidak tahu jika kantornya diserang prajurit Kopassus. Tapi ia mempunyai firasat buruk sejak 4 tersangka pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santosa yang seharusnya ditahan di Polda DIY dititipkan ke LP. Tengah malam, ia ditelepon anak buahnya.

"Saya berada di rumah. Perasaan tidak enak sejak siang," kata Sukamto ditanya hakim soal posisinya saat penyerangan LP terjadi.

Sukamto bersaksi untuk Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik di Pengadilan Militer Yogyakarta, Jl Perempatan Ring Road Banguntapan, Bantul, Jumat (5/7/2013).

Dalam kesaksiannya, Sukamto mengatakan karena perasaannya tidak enak, sekitar pukuk 23.00, ia menelepon Kepala Keamanan LP Margo Utomo dan menanyakan kondisi LP. Margo menjawab kondisi aman. Namun lewat tengah malam, ia ditelepon Margo karena ada anggota yang mau meminjam tahanan titipan Polda DIY.

"Izin untuk melaporkan. Ini ada 2 orang anggota, tiba-tiba telepon berhenti," kata Sukamto menirukan telepon Margo saat itu.

Beberapa saat kemudian, Sukamto menunggu. Dia menelepon balik Margo. Pertama masih nyambung, berikutnya tidak diangkat. Lalu ponsel Margo mati.

Sukamto kian tidak nyaman. Ia memutuskan berangkat ke LP. Setiba di sana, kondisi LP sudah gaduh. Empat tahanan titipan Polda DIY tewas dengan luka tembak.

"Ada apa dengan Kopassus? Kami tidak pernah ada masalah dengan mereka," kata Sukamto dengan nada kecewa setelah tahu bahwa penyerang LP adalah prajurit Kopassus.


(try/try)


Berita Terkait