"Sufah final dan mengikat," kata Ketua DPP Hanura, Saleh Husin, kepada wartawan, Kamis (4/7/2013).
Namun Saleh memahami adanya perbedaan di internal Hanura. Perbedaan pandangan baginya adalah hal yang wajar terjadi di partai yang tumbuh besar.
"Ya itu biasa, namanya dinamika demokrasi," kata Sekretaris Fraksi Hanura DPR ini.
Namun kepada Yuddy Cs akan tetap diberikan penjelasan agar mereka tidak lagi bersuara keras menentang duet Wiranto-HT.
"Ya tentu kan nanti ada rapat BPK ya di situ disampaikan buat yang tidak hadir waktu itu, biar mereka dapat memahami," katanya.
"Dalam demokrasi ada satu orang yang berbeda pendapat itu hal biasa," kata Saleh, menjelaskan tak ada sanksi untuk Yuddy Cs.
Baru sehari Hanura mendeklarasikan Wiranto-Hary Tanoesoedbjo (HT), internal partai ini sudah berkecamuk. Elite Hanura tak segan-segan menyuarakan duet Wiranto-HT belum final alias bisa dikoreksi.
Setelah dicopot dari Ketua Bappilu Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi seperti masuk barisan kecewa. Meskipun ia mengaku ikhlas kehilangan posisinya karena merasa tak punya modal sebesar Hary Tanoe, tapi Yuddy bersuara keras bahwa duet Wiranto-HT masih bisa dievaluasi.
Suara keras juga muncul dari pendiri Hanura, Fuad Bawazier. Fuad menegaskan bahwa duet Wiranto-HT tidak sah. Karena penetapan capres dan cawapres Hanura harus lewat mekanisme Rapimnas.
(van/nrl)











































