CSIRO: Teluk Buyat Aman
Jumat, 22 Okt 2004 18:32 WIB
Jakarta - Kasus pencemaran Teluk Buyat masih disidik Polri. Namun, hasil penelitian ilmiahnya paling baru, CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) dari Australia menyimpulkan bahwa Perairan Teluk Buyat tidak tercemar logam berat. Demikian rilis PT Newmont yang diterima detikcom, Jumat (22/10/2004). Hasil penelitian CSIRO juga menyimpulkan bahwa konsentrasi logam pada jaringan tubuh ikan berada pada kisaran normal. "Bila laporan CSIRO ini dipadukan dengan hasil penelitian WHO/ Minamata Institute dan laporan Tim Terpadu pemerintah Indonesia yang baru-baru ini dikeluarkan, data CSIRO memberikan gambaran lingkungan yang lengkap dan bukti ilmiah yang tak terbantahkan, bahwa tidak terjadi pencemaran di perairan Teluk Buyat," tulis Newmont.Pada populasi ikan, CSIRO menemukan 'tidak adanya peningkatan konsentrasi logam' dan merujuk temuan tersebut sebagai bukti lebih lanjut bahwa perairan Teluk Buyat tidak tercemar. Konsentrasi logam berat yang ditemukan di dalam jaringan tubuh ikan sama dengan yang ditemukan dalam tubuh ikan dari kawasan yang tidak tercemar.CSIRO juga membandingkan hasil penelitiannya dengan data pemantauan jangka panjang yang dilakukan oleh PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR) selama masa operasi tambang dan menemukan hasil yang serupa dalam semua kategori.Temuan utama dalam penelitian CSIRO meliputi: -Konsentrasi merkuri, arsenik dan logam lainnya dalam sampel-sampel air laut yang diambil di pantai berada "di bawah baku mutu baik yang berlaku di Indonesia maupun Amerika Serikat."-Konsentrasi arsenik dalam air laut berkisar pada 2,4 ppb dan "berada di bawah Standar Kualitas Air Laut untuk Biota Laut di Indonesia (12 ppb) dan Environmental Protection Agency Continuous Concentration Criteria di Amerika Serikat (36 ppb)." Kadar arsenik tersebut sesuai dengan hasil pemantauan jangka panjang yang dilakukan PT NMR, yaitu berkisar pada 2,7 ppb.-Rata-rata konsentrasi merkuri adalah 0,0053 ppb dan berada dalam kisaran di bawah Baku Mutu Air Laut Indonesia untuk merkuri terlarut (1 ppb) dan U.S. EPA Continuous Concentration Criteria (0,94 ppb). Kisaran ini sama dengan hasil pemantauan jangka panjang yang dilakukan oleh PTNMR, yakni rata-rata 0,05 ppb.- Konsentrasi merkuri dalam sampel jaringan tubuh ikan berkisar pada 0,19 ppm dan "berada di bawah nilai pedoman paling ketat yang berlaku untuk Australia dan WHO untuk merkuri, yaitu 0,5 ppm".- Konsentrasi total arsenik pada jaringan ikan adalah 1,61 ppm "sama dengan nilai kisaran yang dilaporkan untuk ikan yang paling umum dimakan diInggris (1,9 - 8,4 ppm)". Konsentrasi arsenik anorganik ditemukan berada jauh di bawah Baku Mutu Makanan yang berlaku di Australia dan Selandia Baru, yaitu 2 ppm.- Konsentrasi sianida baik di dalam air maupun jaringan tubuh ikan berada di bawah ambang batas deteksi, yaitu (<0,5 ppm).Penelitian CSIRO dilakukan di lapangan di Teluk Buyat dan Teluk Totokpada Agustus 2004. Sampel dikirim untuk diolah and dianalisis di laboratoriumCSIRO di Australia.
(asy/)











































