Lebaran, Angkutan Barang Non-Sembako Dilarang Masuk Solo
Jumat, 22 Okt 2004 17:20 WIB
Solo -
Solo diperkirakan akan menduduki posisi teratas sebagai kota yang paling banyak disinggahi pemudik, di Jawa Tengah. Untuk mengurai kemacetan, selain menambah rambu-rambu jalan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, DLLAJ Kota Solo akan melarang truk angkutan barang non-sembako selama H-7 hingga H+7 lebaran.Seperti tahun-tahun sebelumnya, dibanding dengan kota-kota besar lainnya di Jawa Tengah jumlah pemudik yang datang maupun arus yang berangkat dari Solo memang paling tinggi. Hal tersebut karena letak Solo yang strategis dan berada di di tengah persimpangan jalur ke Jawa Timur, Semarang, Yogyakarta dan lain-lainnya.DLLAJ Jateng memperkirakan jumlah pemudik yang melintas dan transit di Terminal Tirtonadi Solo mencapai 360.967 orang, jauh di atas Terminal Terboyo Semarang sebanyak 66.515 orang, Tegal 195.754 orang dan Purwokerto 73.532.Berbeda dengan data yang disodorkan oleh DLLAJ Jateng, DLLAJ Kota Solo menyebutkan bahwa pemudik yang akan datang ke Solo rata-rata berkisar 119 ribu orang tiap harinya. Sedangkan pada puncak arus mudik pada H-2 dan H-1, kedatangan penumpang akan mencapai 121 ribu orang/hari. Perkiraan ini diambil dari asumsi kenaikan 7 persen dari data tahun sebelumnya.Pada lebaran tahun 2003 pemudik yang datang ke Solo mencapai 1.270.654 orang, arus balik sebanyak 1.125.881 orang. Pada lebaran tahun ini diperkirakan pemudik ke Solo mencapai 1.359.600 orang, arus balik 1.204.693 orang."Itu angka prediksi paling realistis bagi kami dengan asumsi-asumsi yang realistis pula. Dengan angka itu, saya yakin Solo masih berada pada posisi teratas di Jateng, seperti yang tejadi selama ini. Hal itu karena banyak faktor yang mendukung, termasuk faktor letak kota," ujar Kepala Dinas DLLAJ Kota Solo, Ponco Wibowo, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/10/2004) siang.Ponco memaparkan bahwa angkutan lebaran dimulai sejak H-7 hingga H-7 lebaran. Pihaknya telah memetakan adanya 14 titik rawan kemacetan dan 6 titik rawan kecelakaan di Kota Solo yang disebabkan adanya area jalan menyempit karena aktivitas pasar, kurangnya disiplin pengguna jalan, dan jalan lurus dan lapang yang justru membahayakan."Mulai H-10 kami akan menambah rambu-rambu lalu-lintas ditambah spanduk-spanduk. Kami juga meminta Pemkot menertibkan pedagang yang masuk ke badan jalan serta menyelesaikan semua pembangunan sarana dan prasana sebelum H-10," ujar Ponco."Kami juga telah berkoordinasi dengan Pertamina agar suplai BBM di pompa bensin Solo dan sekitarnya tidak mengalami keterlambatan," paparnya. Selain itu kami juga telah memberikan peringatan agar semua distribusi barang, termasuk sembako, segera dilakukan sekarang. Sebab selama angkutan lebaran berlangsung kami melarang semua truk angkutan non-sembako beroperasi," lanjutnya.Ponco juga meyakinkan bahwa tidak akan ada penumpang yang terlantar, pihaknya akan meminta semua pengusaha angkutan mengerahkan seluruh armada yang dimiliki. Disebutkannya untuk bus AKDP terdapat 127.250 seat, AKAP 36.000 seat dan bus lintas 14.540 seat. Keseluruhannya mencapai 177.790 seat."Perhitungan itu dilakukan dengan cara bus dikalikan rate dikalikan seat. Kalau saja ada armada yang butuh istirahat dan haya 80 persen yang beroperasi maka akan terdapat 142.232 seat tiap harinya. Kalau terdapat 119 ribu hingga 121 ribu penumpang/hari maka kami yakin angkutan lebaran dari Solo akan," paparnya.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































