Menteri SBY Diminta Legowo Mundur dari Parpol
Jumat, 22 Okt 2004 17:16 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Abdul Mukti meminta menteri-menteri kabinet Indonesia Bersatu secara arif dan legowo mengundurkan diri dari parpolnya untuk menghindari tumpang tindih partai dan jabatan."Saya kira Pak SBY harus dengan tegas melakukan follow up terhadap para menteri, setelah pelantikan untuk meminta mundur dari jabatan di parpol dan harus ada kerjasama dari parpol yang mengusulkan,".Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Abdul Mukti dalam jumpa pers di Sekretariat PP Muhamadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Jumat (22/10/2004).Menurut Abdul, agar para menteri setia dan loyal maka setia dan loyal maka kemunduran menteri harus diiringi tiga syarat. Pertama, SBY secara tegas meminta menteri mundur dari jabatan di parpol. Kedua, partai yang merekomendasikan harus mengikhlaskannya mundur dari partai dan terakhir tidak memaksakan kehendak menjabat menteri dan meninggalkan partai politik."Sebab, pengalaman pada kabinet Megawati menteri lebih loyal kepada parpol dan golongannya," lanjut Abdul.Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad Rofiq menyebutkan ada salah satu menteri yang mulai agak ngeyel tidak akan mundur dari partainya. "Masalah ini perlu diingatkan secara keras bila memposisikan dirinya sebagai abdi rakyat," imbuh Ahmad tanpa menyebut nama menteri yang dimaksud.
(aan/)











































