Saat Bos MNC Group Hary Tanoe 'Mengakuisisi' Hanura

Saat Bos MNC Group Hary Tanoe 'Mengakuisisi' Hanura

- detikNews
Rabu, 03 Jul 2013 11:51 WIB
Saat Bos MNC Group Hary Tanoe Mengakuisisi Hanura
Jakarta - Masuknya Hary Tanoe ke Partai Hanura dianggap sebagai darah segar di tengah keterpurukan. Perlahan namun pasti, Hary Tanoe langsung mengambil peran penting di Hanura, dia sukes 'mengakuisisi' Hanura.

Hary Tanoe yang keluar dari Partai NasDem karena perbedaan pandangan soal posisi Ketum Partai NasDem dengan Surya Paloh kini sudah mendapatkan kendaraan baru. Pendiri ormas Perindo ini kini punya 3 jabatan strategis di Hanura. Yakni Ketua Dewan Pakar, Ketua Badan Pemenangan Pemilu, dan Cawapres Hanura. Capaian ciamik pengusaha kaya ini di bidang politik.

"Ini akuisisi. Sepertinya reward power dini di satu sisi bisa menjadi kekuatan, tapi tidak selamanya semua bisa dibeli dengan uang. Meskipun partai bisa dibeli tapi harus diingat partai juga da semangat dan ideologinya," kata pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Rabu (3/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin saja Ketua Umum Partai Hanura Wiranto tak berpikir panjang. HT yang punya banyak modal untuk Pemilu 2014 langsung dirangkul dan diberi posisi penting sampai cawapres, agar memperjuangkan Hanura dengan media-media milik Bos MNC Group tersebut. Tentu saja dengan risiko gejolak internal yang tidak terbendung.

"Nggak salah Pak HT maju. Saya tidak heran langkah-langkah seperti itu bisa memantik masalah internal. Karena itu ada cara-cara short cut. Harusnya kekecewaan itu dijadikan introspeksi," kata Gun.

Bagaimanapun juga pasti ada kader internal Hanura menginginkan mekanisme deklarasi capres yang sesuai dengan AD/ART partai. Bukan memaksakan deklarasi yang memancing konflik internal, mengesankan dengan jelas bahwa Hanura telah diakuisisi oleh kedigdayaan seorang Hary Tanoe.

"Karena bagaimanapun proses tahapan dalam menjadikan seseorang itu menjadi capres atau cawapres harusnya melalui sistem yang memadai di internal partai. Misalnya lama terlibat di internal partai Hanura. Jangan kemudian partai hanya menjadi kopaja atau menjadi company yang bisa dibeli," tegasnya.

"Jangan karena kekuatan finansial dia bisa membeli jabatan. Itu yang merusak sistem," tandasnya.

(van/try)


Berita Terkait