"Kalau bicara politik, banyak kata-kata yang bersayap," kata politisi Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi sikap Marzuki. Ruhut berbicara saat dihubungi detikcom, Rabu (3/7/2013).
Marzuki Alie memang muncul lebih dahulu dibanding PEW dalam bursa pencapresan. Marzuki juga sudah lebih dahulu menyatakan niatnya untuk mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Namun, Ruhut tetap mantap mendukung PEW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut mengungkapkan, jumlah pendukung PEW di kalangan internal Demokrat sudah banyak. Mereka-mereka ini tengah menanti pengumuman mekanisme konvensi capres dan juga, yang terpenting, keputusan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau kader-kader yang bersimpatik kepada beliau (PEW), banyak. Namun semua menunggu ucapan Pak SBY. Juga kita menunggu mekanisme konvensi," pungkas Ruhut.
Marzuki Alie memang pernah menyatakan kemungkinan untuk tidak ikut konvensi. Pernyataan inilah yang dinilai Ruhut bisa saja 'bersayap', alias bisa mempunyai maksud lain.
"Kalau dalam perjalanan nanti berpikirnya berubah, bisa saja kan nanti saya kembali ke kampung. Semuanya bisa terjadi, dalam politik apa saja bisa terjadi," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6) lalu.
Marzuki mendadak mengaku capek dengan hingar bingar politik. Utamanya saat menjalani tugasnya sebagai Ketua DPR yang diakuinya terasa melelahkan. Marzuki bahkan buka suara sejauh ini dirinya tak tahu persiapan konvensi capres PD.
"Politik itu capek, saya itu capek. Apapun jadi urusan Ketua DPR, tapi untungnya saya itu melayani. Urusan ini urusan negara," ujarnya.
(dnu/jor)










































