"Rada Nekat lah, mungkin PT (Parliamentary Treshold) lolos, tapi untuk mencapreskan itu tadi (nekat)," kata Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2013).
Ruhut memperhitungkan, dengan jumlah kursi di DPR hanya 17 kursi kemudian angka Presidential Threshold sebagai syarat parpol bisa mengajukan capres saat ini 20 persen belum terpenuhi oleh Hanura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanura paling tidak harus naik 1.000 persen kenaikan (suaranya), karena pasangan mereka dengan mereka. Sedangkan kita tahu pasangan itu dipasangkan dengan partai lain, otomatis susah dapat (suara) dari partai lain," tutur anggota komisi III itu.
"Jadi sebenarnya harus komit, itu yang saya katakan rakyat sudah sangat cerdas. Rakyat sudah tidak bisa diombang-ambingkan lagi. Kalau mereka nggak dapat (PT), ibarat menelan ludah kembali agak susah," lanjutnya.
Namun meski demikian ia menghargai upaya Hanura mendeklarasikan pasangan capres yang sudah jauh-jauh hari. Hanya saja Hanura juga harus siap mendapat penilaian dari masyarakat.
"Itu hak mereka deklarasi lebih awal, tapi konsekuensinya mereka harus siap 'ditelanjangi'. Semua orang sudah tahu kok pasangan itu," ucapnya.
(bal/van)











































