"Ingat nggak waktu Pak Soeharto lengser, wapresnya 3 kali sipil, setelah itu SBY (militer). Artinya rakyat masih senang dengan tentara, karenanya saya dukung Pak Pramono," kata Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2013).
Bahkan menurut Ruhut, dukungan terhadap Prmono sudah bergulir jelang Kongres Luar Biasa (KLB) yang menyuarakan pelengseran Anas Urbaningrum. Namun kala itu Pramono masih menjabat sebagai KSAD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu siapa Pramono Edhie, Sarwo Edhie (ayah Pramono) itu abri yang sangat reformis. Semua tahu track recordnya. Itu apel nggak jauh dari batangnya," lanjut Ruhut sedikit diplomatis.
Sementara terkait kandidat lain, menurut Ruhut silakan berkompetisi dalam konvensi, karena pada akhirnya nanti rakyat yang akan menentukan siapa yang layak.
"Boleh Pak Marzuki, Pak Gita, siapapun boleh terbuka. Mahfud MD boleh silakan, tapi kembali nanti kami rakyat yang menilai," ucapnya.
(bal/van)










































