PBB: Kemenangan Resmi Karzai Tunggu Penyelidikan Selesai

PBB: Kemenangan Resmi Karzai Tunggu Penyelidikan Selesai

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2004 15:54 WIB
Jakarta - Penghitungan suara hasil pemilihan presiden di Afghanistan masih berlangsung. Namun presiden bertahan Hamid Karzai dipastikan akan meraih kemenangan. Meski begitu kemenangan Karzai tidak akan diumumkan sampai seluruh komplain dari semua kandidat diselidiki dan suara terakhir dihitung. Demikian ditegaskan badan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/10/2004).Karzai yang didukung pemerintah AS itu sejauh ini telah mengungguli rival terkuatnya Yunus Qanooni. Hingga saat ini penghitungan suara sudah mencapai hampir dua pertiganya. Namun pengumuman resmi soal kemenangan Karzai masih beberapa hari lagi."TSatu-satunya institusi yang bisa mengeluarkan statemen akhir adalah JEMB," ujar juru bicara PBB Manoel Almeida e Silva di ibukota Afghanistan, Kabul. JEMB merupakan komisi pemilihan umum PBB-Afghan yang dikenal sebagai Joint Electoral Management Body (JEMB)."Mereka akan melakukannya tidak saja dengan mempertimbangkan penghitungan, namun juga hasil-hasil investigasi," imbuhnya.Sebuah panel yang terdiri dari tiga pakar internasional saat ini masih menyelidiki sekitar 285 komplain yang diajukan oleh 18 kandidat presiden termasuk Karzai sendiri. Sekitar 45 persen komplain berkisar seputar masalah kualitas tinta yang buruk, sehingga mudah dihapus dan menimbulkan pemilih-pemilih ganda.Hasil data terbaru menunjukkan bahwa Karzai mengumpulkan 56,1 persen suara atau 2.903.303 suara. Pemimpin interim Aghan itu membutuhkan sekitar 1,1 hingga 1,2 juta suara lagi untuk meraih mayoritas 50 persen suara plus satu, yang dibutuhkan untuk menghindari pemilihan putaran kedua.Qanooni, rival terkuat Karzai, berada di urutan kedua dengan memperoleh 17,2 persen suara. Menurut komisi pemilihan umum Afghan, sekitar delapan juta warga Afghan dari 10,5 juta pemilih yang terdaftar, menggunakan hak suaranya pada pemilihan umum 9 Oktober lalu. (ita/)


Berita Terkait