"Mereka blusukan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan," kata kelapa Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budiman di Balaikota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (2/7/2013).
Blusukan versi abang dan none Jakarta memang berbeda. Tidak seperti yang dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo. Menurut Arie blusukan versinya abnon ini lebih menyentuh masyarakat melalui kegiatan terencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ungkapan abnon sebagai 'pajangan' acara tersebut tidak sepenuhnya benar. Hanya saja diakuinya jika setiap kegiatan sosial mereka masih kurang publikasinya.
"Mereka itu kan dari dulu bukan pajangan. Kegiatannya banyak tapi kurang publikasi," lanjutnya.
Kemarin, Gubernur DKI Joko Widodo menjelaskan jika ia tidak akan mengikutkan abang none Jakarta saat ia blusukan. Tugas mereka untuk memperkenalkan kebudayaan betawi dengan jalur diplomasi baik ke daerah di luar daerah bahkan keluar negeri.
"Ya nggak ada hubungannya antara blusukan dan mereka. Mereka akan menggunakan pengetahuan. Memasarkan Jakartanya keluar Jakarta. Ke provinsi yang lain atau negara lain," kata Jokowi.
(mpr/mpr)










































