Pendemo berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), World Wildlife Fund dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Mereka beraksi di depan gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2013).
Mayoritas pendemo mengenakan jaket hitam. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Tolak RUU Ormas', 'RUU Ormas Membunuh Masyarakat Sipil', dan 'RUU Ormas Mematikan Demokrasi'.
Pendemo juga membawa bendera FSPMI berwarna putih ditempel di depan pagar DPR. Puluhan polisi berjaga-jaga di luar DPR. Di dalam gedung DPR, puluhan polisi juga berjaga-jaga.
Lalu lintas sekitar DPR masih lancar. Bus Transjakarta lewat seperti biasa. 1 Baracuda dan 1 water canon disiapkan untuk mengantisipasi pendemo.
Fathi Hanif, koordinator WWF mengatakan, RUU Ormas akan menyusahkan masyarakat. Sebab ormas yang tidak mendaftar akan disebut ilegal.
"Kita kan bekerja untuk masyarakat. Kalau kita berhenti bagaimana kita memfasilitasi masyarakat," kata Fathi.
Sementara itu, Wakasatlantas Jakpus Kompol Herman Ruswandi mengatakan, polisi yang diturunkan sekitar 600 personel.
Mereka terdiri dari Brimob, Sabara, Polsek Tanah Abang dan Polres Jakpus.
Menurut Herman, jika terjadi kemacetan parah, lalu lintas akan dialihkan.
(nik/nrl)











































