5 Respons Politisi Ketika Sefti Goyang 'PKS'

5 Respons Politisi Ketika Sefti Goyang 'PKS'

- detikNews
Selasa, 02 Jul 2013 10:59 WIB
5 Respons Politisi Ketika Sefti Goyang PKS
Jakarta - Lagu 'Papa Kini Sendiri' yang diluncurkan Sefti Sanustika direspons politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada yang mendukung, dan ada pula yang memandang sebelah mata.

Lagu dangdut besutan Sandy Sulung menceritakan kesetiaan Sefti mendampingi Ahmad Fathanah yang kini mendekam di bui KPK. Sang suami juga mendukung langkah Sefti asalkan diniatkan sebagai ibadah.

Akronim lagu Sefti yang mirip dengan parpol yang melibatkan Fathanah dalam perkara korupsi mengundang komentar sejumlah politisi PKS. Suara meraka mulai dari mendukung langkah Sefti berekspresi hingga menuding Sefti mencari sensasi semata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut respons politisi atas lagu 'PKS':

1. Enjoy Aja

Sefty Sanustika membuat album 'PKS' karena teringat suaminya yang kini ditahan oleh KPK karena terjerat kasus korupsi.

"PKS nggak terganggu sama siapa pun. PKS enjoy saja," kata anggota majelis syuro PKS Refrizal saat dimintai tanggapan, Senin (1/7/2013).

Refrizal menjelaskan, PKS saat ini lebih fokus bekerja untuk 2014. "Menebar cinta karena Allah SWT dan kerja keras sapa rakyat jalin silaturahim," terangnya.

Refrizal menegaskan, PKS tak mau mengurusi persoalan orang. PKS lebih fokus menghadapi tantangan yang akan dihadapi partai ini ke depan.

"PKS tidak terjebak persoalan atau kerjaan orang lain. Kita siap menghadapi gelombang dan terus berlayar dengan menantang gelombang yang besar dan lebih dahsyat untuk kebaikan bangsa negara," tutupnya.

2. Cari Sensasi

Politisi PKS ingin mendengarkan lagu 'PKS: Papa Kini Sendiri' yang ditelurkan istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika. Setelah itu, PKS akan menilai apa benar lagu tersebut bertendensi melecehkan partai dakwah itu. Bila melecehkan, akan masuk ranah hukum.

"Kalau tendensinya melecehkan PKS, ya kita tempuh ruang hukumnya. Itu jika akronimnya mengandung tendensi atau pelecehan," kata Anggota Majelis Syura PKS Jazuli Juwaini ketika dihubungi, Senin (1/6/2013).

Jazuli enggan menyimpulkan terlalu dini soal akronim PKS: 'Papa Kini Sendiri' itu. Menurutnya, semua orang berhak berekspresi di era demokrasi seperti sekarang.

"Terlalu dini. Bisa saja managernya cari sensasi (lewat akronim judul lagu PKS). Kita tunggu rilis resmi jadi lagu," ujar Jazuli.

Menurut Jazuli, segala bentuk ekspresi haruslah tidak mengganggu pihak lain. Jika mengganggu pihak lain, maka upaya hukum dapat ditempuh.

"Pada prinsipnya, setiap orang di republik kita bebas bereksprersi, lewat lagu atau apa saja. Selama ekspresi tersebut tidak mengganggu pihak lain. Kalau ada pihak yang tergangu, tentu ada proses hukum," tegasnya.

Akronim 'PKS: Papa Kini Sendiri' diungkapkan manager Sefti, Mila, menjadi judul lagu Sefti. Lagu tersebut menceritakan kisah kehidupan Sefti dengan sang suami, Fathanah, yang kini ditahan KPK.

3. Nggak Boleh Dihukum

Lagu Sefti Sanustika yang berjudul 'PKS: Papa Kini Sendiri' jugaΒ  mendapat komentar Fahri Hamzah. Menurut Fahri, dirinya bisa memahami perasaan Sefti yang tertuang dalam singkatan itu.

"Kalau saya jadi istrinya Ahmad Fathanah, mungkin saya juga akan punya perasaan begitu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/6/2013).

Alih-alih menganggap singkatan 'Papa Kini Sendiri' sebagai pelecehan, Fahri justru tak mempermasalahkan lagu itu. Menurutnya, itu adalah wujud kebebasan berekspresi.

"Itu hak dia sebagai artis. Itu kebebasan berkarya. Nggak boleh kita hukum. Nggak ada masalah dengan akronim seperti itu," ucapnya.

Sefti mengaku lagu berjudul 'PKS' memang mengungkapkan hubungannya dengan sang suami, Ahmad Fathanah, yang kini mendekam di tahanan KPK.

"Ya memang nyerempet-nyerempet itu. Biar dapet chesmistry-nya," jawab Sefty di KPK ketika ditanya wartawan tentang single terbarunya.

4. Tawari 'Jika Mau Kau Kutemani'

Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq berseloroh ia juga bisa membuat lagu tandingan untuk Sefti.

Mahfudz sebelumnya mengaku belum mengetahui soal adanya lagu yang memiliki singkatan sama dengan partainya itu. Ketua Komisi I DPR itu heran dan tertawa saat diberitahu lagu 'PKS' Sefti.

"Oh ya?" kata Mahfudz heran saat dimintai tanggapan oleh wartawan soal single Sefti, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2013).

"Iya Pak itu lagunya Sefti," lanjut wartawan.

"Sefti siapa?" tanya Mahfudz.

"Sefti istrinya Ahmad Fathanah," jawab wartawan.

"Hahaha.. Ada-ada saja. Kalau begitu saya juga bisa dong buat lagu tandingannya, 'Jika Mau Kau Kutemani,'" timpal Mahfudz Siddiq tertawa.

Sefti menyebut lagu berjudul 'PKS' alias 'Papa Kini Sendiri' itu dibuat untuk mengungkapkan hubungannya dengan sang suami yang kini mendekam di tahanan KPK.

"Ya memang nyerempet-nyerempet itu. Biar dapet chesmistry-nya," kata Sefti.

5. Orang Cari Makan Boleh Saja

Istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika, akan merilis lagu berjudul PKS: Papa Kini Sendiri. PKS menanggapi santai.

"Titip aja buatin lagu yang belain PKS ya," seloroh Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/7/2013).

Mardani mempersilakan Sefti untuk berkarya. Menurutnya, lagu 'PKS' Sefti merupakan bagian dari kreativitas.

"Nggak apa-apa. Wong kreativitas. Asal jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Orang cari makan kok. Boleh," imbuhnya.

Meski tak mempermasalahkan lagu Sefti, namun Mardani mengimbau agar Sefti mengindahkan etika dalam berekspresi.

"PKS titip pesan saja, kita jaga etika masing-masing," ucapnya.
Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads