Presiden Minta Semua Menteri Buat Kejutan dalam 100 Hari
Jumat, 22 Okt 2004 15:20 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua menteri membuat kebijakan shock therapy (kejutan) dalam 100 hari pertama. Kejutan-kejutan ini sebagai bukti pemerintah serius."Shock therapy 100 hari pertama untuk menunjukkan bahwa pemerintah serius. Misalnya, untuk kasus-kasus khusus, seperti , kasus-kasus korupsi, juga masalah hukum yang tertunda, harus dilaksanakan," kata Menkominfo Sofyan Djalil. Hal ini disampaikan Sofyan di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seusai sidang kabinet pertama yang dipimpin Presiden SBY, Jumat (22/10/2004). Dalam penanganan kasus hukum, kata Sofyan, pemerintah akan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hukum yang berlaku. "Pemerintah akan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hukum yang berlaku, seperti asas praduga tidak bersalah," kata Sofyan. Di tempat yang sama, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menambahkan, program 100 hari kabinet SBY ini sebagai langkah awal. Ada hal-hal yang perlu menjadi daya kejut atau shock therapy. Hal itu, kata Sudi, akan dijabarkan oleh masing-masing departemen. "Tadi, presiden sudah memberikan program secara umum dan nanti dalam sidang kabinet berikutnya, masing-masing depertemen akan menjabarkan program-programnya," kata Sudi.
(asy/)











































