DetikNews
Selasa 02 Juli 2013, 08:37 WIB

Muhammadiyah Tetap Menolak Pengesahan RUU Ormas

- detikNews
Muhammadiyah Tetap Menolak Pengesahan RUU Ormas
Jakarta - Setelah dua kali ditunda, RUU Ormas hari ini kembali akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan. Muhammadiyah yang sejak awal menolak RUU Ormas, menyatakan tetap menolak.

\\\"Muhammadiyah menolak secara tegas RUU Ormas, karena RUU ini memiliki paradigma totaliter dan menganut faham kekuasaan yang absolut untuk melakukan kontrol ketat kepada warga masyarakat, serta memposisikan rakyat sebagai obyek dan posisi Negara sebagai sangat superior,\\\" kata anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly, dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (2\/7\/2013).

Penolakan itu bukan tanpa alasan, karena PP Muhammadiyah melakukan kajian terhadap RUU yang bahkan pada minggu lalu ini telah mengalami beberapa perubahan. Ada beberapa substansi yang masih dipermasalahkan oleh Muhammadiyah.

Salah satu yang utama adalah soal definisi ormas dalam pasal ketentuan. Muhammadiyah menilai terjadi kerancuan intelektual, karena mendefinisikan ormas sangat umum.

\\\"Sehingga tidak memiliki kategorisasi sosiologis mana ormas yang sudah mapan, ormas yang programnya homogen, paguyuban, arisan, pengajian ibu-ibu di RT, genk motor, organisasi lokal, kesamaan hobi atau ormas yang baru berdiri tanpa tujuan tertentu, dan lain-lain,\\\" paparnya.

\\\"RUU Ormas ini diskriminatif, karena tidak mengatur ormas-ormas yang menjadi sayap partai politik, padahal mereka ormas bukan parpol yang tidak diatur dalam UU Parpol,\\\" imbuh Nadjamuddin.

Selanjutnya, RUU Ormas mengatur juga ormas yang berbadan hukum seperti yayasan, padahal UU Yayasan sudah ada, sehingga RUU Ormas ini memposisikan dirinya sebagai RUU yang sangat superior.

\\\"Soal pendaftaran, RUU Ormas ini menjadikan dirinya sebagai rezim izin. Semua hal-hal yang terkait dengan urusan masyarakat harus melalui izin, dengan sejumlah persyaratan yang rumit termasuk tidak boleh berpolitik. Padahal seperti Muhammadiyah selalu berpolitik namun politik yang dilakukan Muhammadiyah adalah politik moral,\\\" tutur mantan ketua KNPI itu.




(bal/trq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed