Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan penundaan pengesahan RUU Ormas selama sepekan dimaksudkan agar digelar pertemuan antara pimpinan DPR bersama pansus RUU Ormas dengan tokoh-tokoh dari beberapa organisasi besar di Indonesia. Pertemuan itu telah dilaksanakan pada Rabu (26/6) pekan lalu dan melibatkan tokoh-tokoh dari Muhammadiyah, NU, Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, dan Lembaga Persahabatan Umat Islam.
"Besok (hari ini -red) kita sesuai kesepakatan akan sama-sama mendengarkan sikap akhir fraksi pasca pertemuan dengan tokoh masyarakat. Tentunya besok juga akan didengar penjelasan dari Ketua Pansus mengenai hasil pertemuan itu," kata Taufik saat berbincang, Senin (1/7/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada respons yang positif dari pansus. Di pansus itu kan terdapat perwakilan masing-masing fraksi. Seluruhnya bertanggung jawab untuk menindaklanjuti penyelesaian RUU ini," ujar Taufik.
Dari 9 fraksi di DPR, hanya PAN yang belum menunjukkan dukungannya terhadap RUU ini. Taufik, yang juga Sekjen PAN, mengatakan partainya masih mendalami RUU itu dan akan mengambil sikap di menit-menit akhir.
"Secara prinsip kita (PAN -red) menghormati kerja dari pansus yang telah bekerja 2,5 tahun. Sosialisasi oleh pansus pasca paripurna 25 Juni merupakan bentuk kepedulian. Kita lihat, anggota pansus dari PAN juga sedang kerja keras agar tidak ada aspek yang merugikan bangsa. Kita ingin pruden sehingga betul-betul bisa jadi keputusan yang terbaik," tuturnya.
Sebelumnya pengesahan RUU Ormas dijadwalkan pada Selasa (25/6) pekan lalu. Namun rapat paripurna pengesahan itu berjalan alot dan akhirnya mengambil keputusan menunda pengesahan hingga hari ini.
(trq/spt)











































