"Kalau Pak Munarman ini kan idealis, tapi juga memperlihatkan fakta-fakta. Sementara Pak Tamrin Tomagola adalah cendekiawan yang kurang bisa meletakkan diri sebagai ilmuwan," kata Suryadharma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2013).
Namun, Suryadharma menyindir cara media dalam menjalankan diskusi di televisi tersebut. Menurutnya, media telah berhasil memuncakkan konflik sehingga berujung pada insiden siraman segelas teh itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munarman dan Tamrin berdebat tentang perlunya razia peredaran minuman keras di Indonesia dalam acara diskusi TV One pada 28 Juni kemarin. Perdebatan itu berujung dengan aksi penyiraman yang dilakukan Munarman kepada Tamrin.
(dnu/trq)










































