BNN Tangkap Gembong Kurir Narkoba Sindikat Internasional

BNN Tangkap Gembong Kurir Narkoba Sindikat Internasional

- detikNews
Senin, 01 Jul 2013 22:51 WIB
BNN Tangkap Gembong Kurir Narkoba Sindikat Internasional
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang perempuan beriniasl RW alias K alias V, perekrut kurir narkoba jaringan internasional. Pelaku berhasil diamankan bersama 3 orang lainnya.

V diketahui memiliki peran penting dalam peredaraan sindikat narkoba jaringan internasional, seperti Nigeria, Malaysia dan Iran. Pihak penyidik BNN berhasil menangkap V di kediamannya Griya Nusantara Cibubur City Blok C, No 11, Jakarta Timur, Kamis (27/6) lalu.

"V memang sudah lama kami incar karena perannya sebagai perekrut kurir yang melibatkan jaringan internasional," ujar Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Benny Mamoto, dalam konferensi pers di Lapangan Parkir BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benny mengaku pihaknya sempat kesulitan menangkap pelaku. Bahkan dirinya memerlukan waktu selama satu tahun untuk bisa membongkar peran pelaku.

"Kami membutuhkan waktu satu tahun untuk menangkap V, karena dia sangat cerdas dalam menutupi aksinya. Bahkan, di rumahnya yang baru dihuni tiga bulan dia membuka usaha konveksi," katanya.

Selain V, aparat penegak hukum BNN juga mengamankan tiga rekan V di Surabaya dan Cirebon. Sementara kediaman Gembong kurir tersebut, Benny juga menyita rumah, enam mesin jahit obras, satu unit mobil Honda Jazz, serta beberapa kartu ATM, dan buku rekening.

"Dari beberapa orang yang kita amankan, Mereka memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengurus paspor, memfasilitasi keberangkatan, biaya operasional kurir, mentransfer uang perjalanan kurir dan lainnya," imbuhnya.

Benny mengatakan aksi V berhasil di ungkap setelah pihaknya berhasil mengamankan seorang tersangka di Cirebon dengan barang bukti berbagai jenis mata uang.

"Sindikat ini mengirim kurir ke luar negeri. Setelah menugaskan kurir membawa narkoba, kendali perintah akan diambil alih oleh jaringan sindikat di luar negeri," tandasnya.

(edo/trq)


Berita Terkait