"Menurut saya, ketika beliau (HT) bersedia dicalonkan menjadi wapres, akan menjadi pasangan yang ideal, karena Pak Wiranto yang berlatar belakang militer dan negarawan, akan didampingi oleh Pak HT yang seorang tokoh muda, pengusaha, nasional, dan representasi dari pluralistiknya bangsa Indonesia," kata Ketua DPP Hanura, Syarifuddin Sudding, dalam siaran pers, Senin (1/7/2013).
Dorongan untuk menduetkan Wiranto-HT di Pilpres 2014 muncul dari forum pembekalan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Hanura yang dihadiri oleh 560 caleg dari seluruh Indonesia. Forum ini ternyata dimanfaatkan juga sebagai sarana menyampaikan aspirasi para caleg dan kader Partai Hanura dari daerah-daerah di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat usulan Wiranto capres mengemuka itu lah nama Hary Tanoe masuk sebagai pendampingnya. Nama Hary Tanoe yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura sangat kuat disuarakan oleh daerah.
"Banyak sekali aspirasi yang masuk ke kami, terutama kader dari daerah Sulawesi Tengah, yang mengusung nama Bapak Hary Tanoe untuk mendampingi Bapak Wiranto, sebagai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Hanura," tambah Sudding.
Selain mendapat amanat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai, Hary Tanoe juga dipercaya menjadi Ketua Badan Pelaksana Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura yang pelantikannya dilakukan pada Minggu, 30 Juni 2013 kemarin. Kini Hanura sedang menanti jawaban resmi dua tokoh tersebut, sebelum dideklarasikan jelang penutupan forum pembekalan caleg besok Selasa (2/7).
"Kalau pencapresan Pak Wiranto kan memang sudah diputuskan oleh Partai sejak lama, dan beliau sudah menyatakan kesediaannya. Sedangkan Pak HT, kami mempersilahkan kepada beliau sendiri untuk menjawab, karena hal tersebut menjadi hak beliau juga sebagai kader partai," tandasnya.
(van/nrl)











































