Gerbong KA Argo Gede Jakarta-Bandung Anjlok di Plered
Jumat, 22 Okt 2004 13:07 WIB
Bandung -
Dua gerbong KA Argo Gede dengan nomor perjalanan KA-22 dari Gambir ke Bandung, mengalami anjlok di Km 120, antara Stasiun Plered dan Stasiun Sukatani. Anjlognya KA yang sedang membawa sekitar 160 penumpang itu praktis membuat ruas utama KA Bandung-Jakarta kini terputus. Sedang diupayakan pengangkatan 2 gerbong yang anjlok itu untuk memulihkan lalu lintas kereta di jalur padat ini.Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 2 Bandung Sukendar Mulya ketika dikonfirmasi detikcom Jumat (22/10/2004) siang membenarkan kejadian ini. "Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Kebetulan yang anjlok 2 gerbong di bagian belakang rangkaian. Akhirnya, 2 gerbong yang anjlok itu diputuskan untuk ditinggal dulu," tuturnya.KA Argo Gede yang tengah menuju ke Bandung itu dikemudikan masinis Dudung dan asistennya Cecep. Sedangkan kondekturnya Abdul Halim, pembantu rem alias PLK Katyo dan teknisi AC Maksum. "Melihat kondisinya, gerbongnya anjlog 2 as roda. Akhirnya, diputuskan memindahkan penumpang yang ada di 2 gerbong itu ke depan, dan kereta melanjutkan perjalanan ke Bandung. Tidak ada korban dalam kejadian itu," papar Sukendar lagi.Rangkaian KA Argo Gede yang anjlok itu sendiri sedang menarik 5 gerbong. Walhasil, hanya 3 gerbong yang bisa melanjutkan perjalanan ke Bandung. "Baru saja KA Argo Gede itu tiba di Stasiun Bandung pada pukul 12.40 WIB ini," kata Sukendar.Bantuan dari petugas PT KAI yang memang disiagakan di titik-titik tertentu, juga langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. "Jam 11.50 WIB, tenaga bantuan kami sudah ada di lokasi dan sedang mengusahakan pengangkatan gerbong yang anjlok. Mudah-mudahan tidak terlalu lama proses pengangkatannya sehingga jalurnya bisa segera pulih," tambah Sukendar.Untuk sementara, kereta dari Bandung dan Jakarta yang tertahan dilakukan pemindahan (over stappen) dengan menggunakan bus dari Stasiun Plered ke Sukatani. Hal itu dilakukan untuk KA Parahyangan nomer perjalanan KA-27 dari Bandung ke Gambir. "Penumpangnya diturunkan di Plered dan diangkut ke Sukatani dengan bus. Di sana sudah ada rangkaian Parahyangan dari Jakarta. Begitu sebaliknya," kata Sukendar lagi.Pihak PT KAI pada saat ini masih mengupakan normalisasi jalur. Sedangkan penelitian sebab-musabab anjlok-nya KA akan dilakukan setelah itu.
(asy/)










































