PD Menangis, Kecewa, Cemburu Hanya Dapat Jatah 1 Menteri
Jumat, 22 Okt 2004 12:52 WIB
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menyodorkan 9 nama calon menteri, tapi ternyata hanya kebagian jatah 1 menteri. PD pun menangis, kecewa dan cemburu.Hal itu dikemukakan anggota DPR yang juga Wasekjen PD Sutan Bhatoegana usai rapat intern fraksi di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (22/10/2004)."PD tadinya mengusulkan 9 nama calon menteri, ternyata hanya 1 nama yang masuk, yaitu Menneg PAN Taufiq Effendi. Tapi kita serahkan ke SBY saja. Mungkin dia ada kepentingan lebih besar lagi daripada kepentingan tuan rumah yaitu PD," ujar pria yang namanya turut dicalonkan menteri oleh PD ini.Selanjutnya PD, sambung dia, akan mengadakan pertemuan dengan pihak SBY untuk membicarakan bagaimana selanjutnya PD. Karena tadinya PD mengharapkan ada rasa penghargaan dengan ditempatkannya kader-kader PD di kabinet. Tapi bagaimana selanjutnya, diserahkan kepada SBY.PD tidak setuju dengan kabinet sekarang? "Ini suara pribadi-pribadi. Memang banyak yang kecewa dan cemburu karena ada partai lain yang perjuangannya hanya di ujung-ujung mendapat jatah yang lebih banyak. Tapi (perasaan) ini logis dan manusiawi. Yang penting sekarang kita harus menguatkan barisan, kembali ke SBY, dan dipikirkan bagaimana supaya mengembalikan semangat kawan-kawan lagi," kata Sutan.Sampai saat ini, lanjut dia, SBY belum pernah menjelaskan ke PD mengenai pemilihan orang-orang di kabinet. Untuk itu pihaknya mewakili teman-teman PD akan mempertanyakan. Pertemuan mungkin tidak perlu ke SBY langsung. Pihaknya sepakat SBY diwakili Sudi Silalahi. Dia berharap dalam satu dua hari ini pertemuan bisa berlangsung."Kami berbaik sangka, mungkin memang ada kepentingan lebih besar yang menurut SBY harus diakomodir sehingga kami mengalah dulu dan mundur. Tapi untuk selanjutnya bagaimana, itu yang kita butuhkan penjelasannya untuk disebarkan pada teman-teman di seluruh Indonesia," tukas Sutan.Mau tarik dukungan dari SBY? "Itu tidak. Itu hanya emosi sesaat. Memang banyak yang nangis. Bahkan ada 1.450 SMS yang saya terima menanyakan tentang kabinet itu," ungkapnya.Menurut dia, PD sama sekali tidak terlibat dalam penyusunan kabinet, dan semuanya adalah hasil proses SBY-JK. Diakuinya itu hak prerogatif SBY."Kita percaya 100 persen. Mungkin ke depan kita harus merangkul kawan yang lain supaya lebih kuat. Jadi sekarang harus mengalah dulu. Kita mengerti, atau bisa saja untuk kepentingan kekuatan di parlemen seperti waktu pemilihan ketua MPR," kata Sutan.Mengenai orang-orang di kabinet, menurut dia, SBY sudah menempatkan orang yang benar di tempat yang benar. "Kalau ada yang mengatakan bermasalah, kita berharap kalau dulu bermasalah, masuk ke kabinet mudah-mudahan jadi tidak bermasalah," ujarnya.Hal berbeda disampaikan Ketua Fraksi PD DPR Soekartono Hadiwarsito. Menurutnya, FPD tidak kecewa dengan kabinet, karena itu adalah urusan partai."Tanyakan pada pengurus partai. Kalau fraksi melihat kabinet tersebut cukup bagus dan terdiri dari orang-orang yang profesional dan berasal dari berbagai kelompok," tukasnya.Menurut dia, rapat fraksi membicarakan mengenai kabinet sebagai mitra kerja dan bagaimana menyiapkan anggota dari tiap komisi yang akan bekerja sama dengan kabinet tersebut."Tapi kami sama sekali tidak membicarakan mengenai komposisi kabinet, di mana PD hanya mendapat 1 kursi," tukas Soekartono setengah menyindir.PD yang menjadi kendaraan politik SBY menuju singgasana kepresidenan mengajukan 9 calon menteri kepada SBY. Mereka adalah Budhisantoso, Irzan Tandjung, Rusli Ramli, Rizald M Rompas, Sutan Bhatoegana, Achmad Mubarok, EE Mangindaan, Syarief Hasan, dan Taufiq Effendi. Namun hanya Taufiq Effendi yang diloloskan SBY menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN).
(sss/)











































