Menristek: APEC Harus Mulai Kerja Konkret

Menristek: APEC Harus Mulai Kerja Konkret

- detikNews
Senin, 01 Jul 2013 13:32 WIB
Menristek: APEC Harus Mulai Kerja Konkret
Medan - Menristek Gusti Muhammad Hatta menekankan bahwa APEC harus melangkah pada hal-hal yang konkret. Rencana strategis bidang ilmu pengetahuan dan inovasi APEC harus segera diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang aplikatif.

Demikian Menristek dalam sambutan pembukaannya di depan peserta kelompok kerja APEC Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (PPSTI) yang mulai bergulir Senin (1/7/2013) di Medan. Hadir dalam kesempatan ini wakil-wakil dari 21 ekonomi APEC yang terdiri pejabat , pebisnis dan kalangan akademisi.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa pertemuan sebelumnya, PPSTI telah menetapkan rencana strategis 2013-1015 yang diharapkan dapat menyiapkan pertumbuhan inovatif yang akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi APEC. Hal tersebut sangat terkait dengan pembangunan kapasitas, lingkungan inovasi dan konektivitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menristek menekankan bahwa rencana strategis tersebut harus diejawantahkan dalam kerja konkrit seperti bidang kesehatan, ketahanan pangan, pertanian, energi, teknologi informasi dan komunikasi, industri pertahanan dan pengembangan material maju. β€œItu semua pada hakekatnya merupakan aneka bidang yang sangat terkait dengan kepentingan nasional Indonesia,” katanya mantap.

Kerjasama bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di kalangan Ekonomi APEC merupakan hal yang sangat memungkinkan. Menristek memberi contoh, saat ini terdapat banyak hasil-hasil penelitian Indonesia tetapi belum diproduksi secara massif serta masih memerlukan kerjasama dengan negara lain untuk memproduksinya.

β€œKita punya hasil riset padi unggulan dan radioisotop. Kita juga terus mengembangkan riset melalui pesawat tanpa awak,” ujarnya memberi contoh.

APEC PPSTI dibentuk untuk mendukung perkembangan kerjasama Iptek di kawasan regional APEC, serta menentukan kebijakan inovasi regional dari ekonomi anggota APEC. Manfaat langsung yang didapatkan Indonesia adalah pengembangan jaringan iptek, inovasi dan pembangunan kapasitas. Forum ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama diantara ABG (academicians-business-government) dalam bidang iptek dan inovasi.

* M Aji Surya, diplomat Kemlu RI

(nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads