Demikian Menristek dalam sambutan pembukaannya di depan peserta kelompok kerja APEC Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (PPSTI) yang mulai bergulir Senin (1/7/2013) di Medan. Hadir dalam kesempatan ini wakil-wakil dari 21 ekonomi APEC yang terdiri pejabat , pebisnis dan kalangan akademisi.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa pertemuan sebelumnya, PPSTI telah menetapkan rencana strategis 2013-1015 yang diharapkan dapat menyiapkan pertumbuhan inovatif yang akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi APEC. Hal tersebut sangat terkait dengan pembangunan kapasitas, lingkungan inovasi dan konektivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di kalangan Ekonomi APEC merupakan hal yang sangat memungkinkan. Menristek memberi contoh, saat ini terdapat banyak hasil-hasil penelitian Indonesia tetapi belum diproduksi secara massif serta masih memerlukan kerjasama dengan negara lain untuk memproduksinya.
βKita punya hasil riset padi unggulan dan radioisotop. Kita juga terus mengembangkan riset melalui pesawat tanpa awak,β ujarnya memberi contoh.
APEC PPSTI dibentuk untuk mendukung perkembangan kerjasama Iptek di kawasan regional APEC, serta menentukan kebijakan inovasi regional dari ekonomi anggota APEC. Manfaat langsung yang didapatkan Indonesia adalah pengembangan jaringan iptek, inovasi dan pembangunan kapasitas. Forum ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama diantara ABG (academicians-business-government) dalam bidang iptek dan inovasi.
* M Aji Surya, diplomat Kemlu RI
(nrl/nrl)











































