Selama ini tak banyak lembaga survei yang memasukkan nama ipar Ketum PD SBY di dalam survei mereka. Di sejumlah survei yang dirilis, elektabilitas Pramono Edhie belum terlampau kuat.
Saat ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih terus mendominasi sebagai capres paling potensial di sejumlah survei terakhir. Di bawah Jokowi masih ada capres Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang bersaing di survei teratas capres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei yang dilakukan pada 18-30 Maret 2013, memiliki margin of error 2,5% dengan tingkat kepercayaan 98 persen. Berdasarkan hasil survei tersebut, Prabowo menempati urutan pertama dengan angka 39,8 % diikuti Megawati (17,2 %) dan Hatta Rajasa (14,4%).
Di rentang waktu yang sama, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang melakukan survei terkait capres alternatif paling potensial mengikutsertakan nama Pramono Edhie di surveinya. Lagi-lagi elektabilitas Pramono belum signifikan. Sementara Pramono Edhie hanya menempati urutan ke sepuluh dengan raihan tak sampai setengah dukungan responden.
Survei LSJ menempatkan raja dangdut Rhoma Irama menjadi capres paling populer. Menteri BUMN Dahlan Iskan menguntit di belakangnya disusul mantan ketua MK Mahfud MD. Survei ini digelar tanggal 4 Ferbruari-16 Maret 2013. Survei dilakukan dengan sampel dari 33 provinsi sebanyak 1.225 responden dengan margin error 2,8 persen.
Namun tampaknya internal PD telah bulat akan mengusung capres 'anak kandung' Demokrat. Dukungan terhadap pencapresan Pramono Edhie pun makin meluas. Meskipun pada akhirnya rakyat yang paling menentukan.
"Kita tentu ingin dari internal, karena ini dibuka untuk eksternal dan internal. Saya mendukung penuh kalau nggak Bu Ani ya Pak Pramono," kata Waketum PD Nurhayati Alie Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2013).
(van/nrl)











































