Kongsi KY Pecah Berebut Jabatan Ketua, Memalukan!

Kongsi KY Pecah Berebut Jabatan Ketua, Memalukan!

- detikNews
Senin, 01 Jul 2013 10:28 WIB
Kongsi KY Pecah Berebut Jabatan Ketua, Memalukan!
7 Komisioner KY (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) tengah melakukan pergantian pimpinan paruh waktu untuk 2,5 tahun ke depan di gedung KY. Pergantian ini diwarnai perebutan jabatan ketua dan wakil ketua yang berbuntut perpecahan dan menimbulkan dua faksi.

"Andai betul ada perpecahan, maka ini sungguh memalukan," kata pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/7/2013).

Secara pribadi, Margarito sangat menyesalkan ada perpecahan di tubuh KY. Apalagi dilatarbelakangi perebutan kursi ketua KY. Sebab hal ini akan menjadikan lembaga bentukan UUD 1945 ini makin lemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Andai tidak pecah saja KY tidak punya gigi sama sekali, hampir tidak ada faedahnya KY ini, kecuali sekadar menyeleksi hakim agung. Apalagi jika ada perpecahan," ujar dosen yang sehari-hari menjadi akademisi di Universitas
Khairun, Ternate ini.

Margarito menyatakan seharusnya KY berpolemik dalam hal tukar pikiran, prinsip akademiki dan penegakkan kode etik. Bukan pecah karena politik sesaat memperebutkan jabatan.

"Apa sih istimewanya jabatan ketua itu? Protokolernya atau honornya? Itukah yang mau dicari? Jadi sungguh saya harap mereka tidak terus terus berkelahi," kata Margarito berharap.

Dalam catatan komisioner Taufiqqurahman Sahuri, dia dijanjikan menjadi ketua 2013-2015 oleh Eman Suparman, Imam Anshori Saleh dan Suparman Marzuki. Namun Suparman dan Imam berubah sikap. Suparman tiba-tiba mengalihkan suaranya ke Grup Tiga yang terdiri dari Abbas Said, Jaja Ahmad Jayus dan Ibrahim. Adapun Imam memilih nonblok dengan memilih dirinya sendiri. Atas hal ini, Taufiq pun berkicau ke media massa.

(asp/van)


Berita Terkait