Dari pantauan detikcom, Senin (1/7/2013) tim Inafis meninjau lubang selokan berukuran 50cmx50cm kemudian beranjak memasuki gedung DPRD. Mereka naik ke balkon lantai dua yang tepat berada di atas sumber ledakan.
Situasi di sekitar sumber ledakan pun sepi dari mobil-mobil pegawai yang biasa terparkir di dekatnya. Menurut salah satu petugas keamanan, pihaknya meengkondisikan agar tidak ada kendaraan yang diparkir di sekitar lokasi. Ia pun memasang rambu dengan jarak 20 meter dari lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya biasanya parkir di dekat situ (sumber ledakan). Saya kaget ada police line di sini, jadinya ya saya parkir di tempat lain," timpal salah satu warga, Bambang.
Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di sebelah Barat gedung DPRD Jateng hari Minggu, (30/6/2013) sore kemarin. Menurut keterangan saksi, ledakan terjadi lebih dari 10 kali.
Tim gegana, laboratorium forensik, pemadam kebakaran, dan instansi terkait langsung mendatangi lokasi beberapa saat setelah kejadian.
Diketahui, ledakan terjadi tidak jauh dari ruang panel pompa air dan gudang. Terdapat juga pipa air yang menghubungkan lubang selokan dan balkon di lantai dua.
"Itu selokan hanya untuk nampung air hujan dari atas. Ya khawatir juga, tapi ini masih dicek polisi," kata salah satu karyawan gedung.
(alg/mad)











































