AS: Kemungkinan Ada Pengeboman di Laos Saat KTT ASEAN

AS: Kemungkinan Ada Pengeboman di Laos Saat KTT ASEAN

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2004 10:46 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan kemungkinan adanya serangan bom selama berlangsungnya KTT ASEAN di Laos pada bulan depan. Kelompok-kelompok oposisi pemerintah Laos mungkin akan melancarkan pengeboman itu di Vientiane dan daerah lainnya di Laos.Demikian disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/10/2004).Deplu AS hanya memiliki sedikit detail mengenai ancaman tersebut. Namun dikatakan bahwa serangan bom itu bisa terjadi saat pertemuan puncak para pemimpin negara-negara ASEAN pada 25-30 November mendatang di Vientiane. Warga AS di Laos pun diingatkan untuk menerapkan kewaspadaan tinggi."Kedutaan AS di Vientiane telah menerima informasi bahwa selama konferensi puncak ASEAN, orang-orang yang terkait dengan kelompok-kelompok anti-pemerintah Laos mungkin berencana untuk meledakkan beberapa bahan peledak di Vientiane," demikian Deplu AS dalam satu pengumuman publik.Menurut Deplu, informasi ancaman yang diperoleh kedutaan juga mencakup provinsi Bolikhamxai, Khammouan, Savannakhet, Salavan dan Champassak. Namun tidak ada keterangan mengenai target spesifik ataupun metode serangan.Para pemimpin 10 negara ASEAN -- Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam -- akan berkumpul di Vientiane pada 29 dan 30 November untuk pertemuan puncak tahunan ASEAN. "Sejak 2000, telah terjadi serangan berkala ke pasar-pasar, stasiun bus, semua bentuk transportasi darat, titik pemeriksaan perbatasan dan tempat-tempat publik lainnya," demikian Deplu AS."Sehubungan dengan insiden-insiden itu dan adanya informasi ancaman, Deplu mengimbau warga AS yang bepergian atau tinggal di Laos untuk menerapkan kewaspadaan tinggi di tempat-tempat umum dan siaga akan sekeliling mereka karena lokasi insiden berikutnya tidak bisa diperkirakan," imbuh Deplu.Vientiane pernah diguncang 14 serangan bom antara tahun 2000 dan 2001, yang menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 40 lainnya. (ita/)


Berita Terkait