Heru Wibawa (27), salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan ledakan keras terdengar dari sebelah Barat gedung DPRD Jateng. Suara tersebut membuat sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi kejadian penasaran.
"Suaranya keras sekali. Warga berdatangan, ternyata ada asap mengepul dari sana (sebelah Barat gedung)," kata Heru di gedung DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Minggu (30/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ledakannya beberapa kali lebih dari 10 kali," pungkasnya.
Tidak lama kemudian karyawan yang ada di dalam gedung keluar membawa dua tabung alat pemadam api ringan. Tapi saat hendak menyemprotkan cairan pemadam, kembali terdengar ledakan. Mereka kemudian menghubungi pemadam kebakaran dan tidak lama kemudian dua mobil pemadam datang.
"Ledakannya terus tapi paling keras yang pertama. Sampai sesudah Maghrib masih ada," pungkasnya.
Sementara itu sekitar pukul 19.00 WIB tim Gegana Sat Brimob Polda Jateng tiba dilokasi dan langsung melakukan penyelidikan. Saat ini lokasi pun sudah diberi garis polisi.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Dwi Priyatno yang mendatangi lokasi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab dan kandungan yang dibawa oleh ledakan.
"Setelah menerima laporan masyarakat. Kami melakukan langkah bersama pihak terkait yaitu pemda, ESDM, PLN. Kami cari tahu apa ada aliran listrik, ternyata tidak ada. Saat ini Labfor dan Gegana sedang bekerja," tandas Kapolda.
"Untuk kandungan zat nanti diteliti di lab," imbuhnya.
Dari pantauan detikcom, tim Gegana dan petugas kepolisian lainnya masih berada di lokasi. Lubang tempat sumber ledakan diterangi dengan lampu sorot. Bau seperti belerang juga masih tercium.
(ega/ega)











































