Polisi: Azhari Diduga Tak Mengira Ada Empang di Balik Tumpukan Sampah

Polisi: Azhari Diduga Tak Mengira Ada Empang di Balik Tumpukan Sampah

- detikNews
Minggu, 30 Jun 2013 08:01 WIB
Jakarta - Meski batal terlibat tawuran, Mohamad Azhari, pemuda warga kampung Pulo Jahe Jatinegara tewas tercebut empang karena dikejar warga yang mengusirnya. Remaja berusia 17 tahun itu diduga tak mengira ada empang di depan tumpukan sampah yang dia injak.

Kapolsek Cakung Kompol Tri Yulianto mengatakan, empang yang ada di kampung Pengarengan tersebut, memang tidak terlihat jelas di malam hari. Empang tersebut pada bagian pinggirnya, terdapat tumpukan sampah.

"Diduga korban ini ketika menginjak sampah terus berlari ke depan. Dia tidak mengira," kata Tri kepada detikcom, Minggu (30/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azhari adalah warga Pulo Jahe, Jatinegara. Dia berada di dalam satu kelompok yang hendak bertikai di kampung Pengarengan, Jatinegara pagi tadi.

Peristiwa bermula ketika sekitar pukul 03.30 WIB, di Kampung Pengarengan, Jatinegara, muncul dua kelompok remaja tanggung yang hendak berkelahi. Kedua kelompok dari kampung Pulo Jahe dan Rawa Badung.

Ketika 'prosesi' tawuran hendak dilakukan, tiba-tiba saja niatan tersebut batal terjadi. "Jadi belum sempat tawuran. Mereka memang sudah mau tawuran, tapi dilihat warga dan diusir," kata Tri Yulianto.

Karena diusir warga dan dikejar, maka pemuda-pemuda dari dua kelompok tersebut berlarian secara terpisah-pisah, menyelamatkan diri masing-masing. Sial bagi Azhari, karena dia tidak melihat kondisi di depannya, dia terperosok ke dalam empang.

"Mungkin karena gelap, dia akhirnya terperorok ke dalam empang dan kehabisan nafas," kata Tri.

Polisi menyatakan Azhari meninggal karena murni kehabisan nafas, tidak ada tanda-tanda luka penganiayaan pada pemuda yang awalnya hendak tawuran bersama rekan-rekannya itu.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini