Uji publik ini dihadiri oleh 4 orang kandidat. Mereka adalah Fajar Arifiyanto yang berasal dari KPID Jatim, Rusdin Tompo dari KPID Sulawesi Selatan, Bekti Nugroho Komisioner Dewan Pers serta Azimah Subagijo yang merupakan kandidat incumbent.
Isu yang dibahas dalam uji publik antara lain mengenai maraknya siaran hiburan yang tidak mendidik, jenis siaran yang monoton dan mengandung unsur pornografi, serta dominasi televisi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fajar mengusulkan adanya sharing iklan antara keduanya. Sehingga dapat mengangkat rating televisi lokal.
Dampak tayangan kekerasan di televisi juga dibahas dalam uji publik tersebut. Tayangan tersebut dinilai berkontribusi pada peningkatan kriminalitas di Indonesia saat ini.
"Bayangkan ada seorang ibu yang mencekik anaknya. Mengapa mereka tidak bisa berpikir sehat? Karena tontonannya setiap hari seperti itu," papar Bekti.
Menurutnya, yang harus dibenahi saat ini adalah sumber daya manusia di media penyiaran. Televisi yang semula provokator harus diubah menjadi kreator.
"Dengan jadi komisioner KPI, kita akan punya power. Dimana layar sekecil itu yang semula penjahat jadi ustaz, yang semula provokator jadi kreator," terangnya.
Saat ini media penyiaran di Indonesia sebanyak 2258. Terdiri dari televisi dan radio baik yang memiliki izin maupun yang tidak.
(kff/)











































