Ditjen PAS Sebut Pemukulan Napi di Kaltim untuk Timbulkan Efek Jera

Ditjen PAS Sebut Pemukulan Napi di Kaltim untuk Timbulkan Efek Jera

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 29 Jun 2013 10:28 WIB
Ditjen PAS Sebut Pemukulan Napi di Kaltim untuk Timbulkan Efek Jera
Jakarta - Penjaga Rutan IIB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau diduga lakukan kekerasan terhadap napi yang mencoba kabur. Menanggapi hal tersebut, Ditjen Pemasyarakatan (PAS) membenarkan adanya aksi kekerasan tersebut.

"Ada semacam pemukulan untuk menimbulkan efek jera. tapi tidak menimbulkan sakit apalagi sampai meninggal," kata Humas Ditjen PAS, Akbar Hadi, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (29/6/2013).

Akbar mengatakan, aksi petugas rutan tersebut termasuk aksi cepat tanggap karena napi berhasil ditangkap kembali 30 menit setelah kabur.
"Mungkin petugas sedikit emosi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Akbar, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh petugas rutan. Jika terbukti bersalah, maka Ditjen PAS tak segan-segan untuk memberi hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sedang diselidiki apakah ada unsur pidana atau tidak. Jika berdasarkan peraturan kepolisian terbukti bersalah, tentu kita dukung. Kita tidak membenarkan tindakan itu," ungkapnya.

Video kekerasan diduga dilakukan oknum Rutan IIB di Tanjung Redeb beredar luas di masyarakat setempat. Seorang tahanan kasus narkoba yang diketahui bernama Kunding dianiaya setelah mencoba kabur. Rekaman gambar itu diambil warga setempat pada Jumat (21/6/2013) siang lalu.

Kunding tertangkap di semak-semak kawasan Jl Mangga II, Tanjung Redeb. Dua orang petugas, salah seorang diantaranya mengenakan pakaian dinas, menghajar Kunding. Hingga korban kemudian diseret di pinggir jalan dengan mengikat leher korban dengan tali layaknya hewan, meski sudah terkapar tidak berdaya sambil berdarah-darah. Parahnya, aksi kekerasan oknum petugas itu juga disaksikan anak-anak dan warga sekitar.

(rna/ahy)


Berita Terkait