"Hasil survei jelek bukanlah kiamat untuk PPP. Kami punya puluhan pengalaman disurvey jeblok sejak pemilu 1999, namun selalu happy ending," kata Sekjen PPP, Romahurmuziy, kepada detikcom, Jumat (28/6/2013).
Menurut Romy, demikian dia disapa, survei sebagai piranti saintifik dewasa ini seringkali dibelokkan sebagai alat pembentuk opini dengan cara menyiasati metoda sampling dan kualifikasi responden. Dia merujuk pada hasil-hasil survei yang meleset di beberapa pilkada, seperti pilkada DKI dan Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi IV DPR menambahkan survei dalam waktu 10 bulan sebelum pemilu hanya memotret kinerja media atau PR sebuah parpol saja. Padahal, selain itu, pemilu juga merupakan kinerja caleg dan mesin partai.
"Pada kedua aspek ini, kami yakin PPP unggul, karena sudah kami buktikan berkali-kali," pungkasnya.
(trq/van)











































