"Ya harus. Kalau tidak menimbulkan efek jera ngapain dilakukan," kata Timur, usai menghadiri acara kenaikan jabatan beberapa perwira polri, di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Sistem pencegahan yang saat ini dilakukan di mabes Polri yaitu secara manual maupun dengan bantuan tekonologi informasi. "Jadi di gedung ini sudah ada pencegahannya. Baik melalui peralatan IT, maupun manual. Kemarin setiap ada orang yang masuk diperiksa," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca dari insiden ini, Timur memastikan setiap orang yang akan memasuki gedung mabes polri akan melalui pemeriksaan apakah ditemukan hal mencurigakan atau tidak.
Sebelumnya, Polri melalui Karopenmas Brigjen Pol Boy Rafli Amar, pada Kamis (27/6), enggan menyebut bila uang Rp 200 juta yang dibawa AKBP ES dalam tas hitam disebut disita. Karena penggunaan kata sita adalah untuk barang bukti yang sudah diketahui tindak pidananya.
Penyidik Tipikor Polri, belum menemukan adanya kejanggalan dari handphone yang saat ini berada di tangan penyidik. Meski demikian, kecurigaan keduanya menjadi modal penyidik untuk membuktikan keterlibatan keduanya dalam dugaan praktik suap jabatan.
(rna/ndr)










































