Dishub DKI Harap SK tentang Tarif Kenaikan Angkot Keluar 1 Juli

Dishub DKI Harap SK tentang Tarif Kenaikan Angkot Keluar 1 Juli

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jumat, 28 Jun 2013 15:00 WIB
Jakarta - Pembahasan penyusaian tarif angkutan umum terkait kenaikan harga BBM bersubsidi masih berlanjut. Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono berahap pembahasan bisa cepat selesai. Sehingga bisa langsung dibuat surat keputusan (SK).

"Ya supaya tidak lama kami minta supaya pembahasan ini juga cepat keluar. Kalau siang ini bisa diputuskan sore bisa kasih draftnya sehingga Senin bisa keluar," kata Pristono usai rapat gabungan penyesuaian tarif angkutan di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2013).

Pristono mengatakan, kenaikan tarif masih belum diketuk jadi angkot tidak boleh menaikkan harga secara sepihak. Dia meminta sopir angkutan umum untuk bersabar dan menunggu pembahasan tarif angkutan keluar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini peran Organda untuk meredam dan membantu masyarkat untuk tarif ini tidak dinaikkan sampai tunggu tarif resmi. Kami juga melakukan kontrol, kemarin ada 60 angkutan yang ditilang, saya sendiri yang memimpin operasi," katanya.

Pristono meminta pemilik angkutan umum juga bisa meningkatan pelayanannya. Caranya dengan memeriksa kondisi angkutan yang dimiliknya. Selain itu juga dengan mencegah adanya sopir tembak yang mengemudikan angkutan umum.

"Harus punya pool atau depo itu semua diperiksa, kelayakannya jalannya diperiksa, supirnya pun diperiksa untuk menghindari supir tembak. Ini yg harus kita galakan supaya mereka ini kumpul jadi satu sehingga depo ini dapat meningkatkan pelayanan," katanya.

Sedangkan untuk bus TransJ, Pristono mengatakan tak mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena TransJ menggunakan gas yang harganya tidak naik. Selain itu, tidak naiknya ongkos TransJ untuk memancing pengguna kendaraan pribadi berpindah ke kendaran berlajur khusus ini.

"Ini kan pakai gas, kita akan lakukan efisiensi, sekarang kalau kita lihat bahan bakarnya semua sudah pakai gas. Itu komponen terbesar gas," katanya.



(nal/nwk)


Berita Terkait