Aksi demo para nelayan ini terjadi akibat sejumlah kapal tanker milik asing ini di anggap sangat mengganggu aktivitas nelayan lokal saat menangkap ikan di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi puluhan kapal perahu milik nelayan ini saat menuju lokasi berlabuh jangkar nya kapal tanker ini langsung mendapat pengawalan ketat aparat dari TNI AL dan Direktorat kepolisian air dan udara polda kepulauan riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kordinato demo Faisal mengatakan,ada 4 Tug Boat dan 7 kapal tanker milik asing yaitu, MT.Sena Jumbo, MT.A Framat Rio, MT.Armada Ali, HS.Alcina, Maharanti Sprite dan Front Cecilie, yang masih bertahan berlabuh jangkar di perairan Nipah.
"Aksi Nelayan ini murni untuk mengusir sejumlah kapal tanker milik asing,keberadaan kapal ini sangat mengganggu aktivitas nelayan untuk menangkap ikan setiap hari nya,bahkan jaring tangkapan kami pada rusak semua,bahkan kapal tanker ini membuang oli sembarangan di sekitar tangkapan kami" Ujar Faisal pada wartawan, Kamis (27/6/2013).
Dalam orasi mereka Meminta pemerintah RI untuk mencabut izin Nipah Transit and Anchorage Area (NTAA).
Selain keberadaan sejumlah kapal tanker milik asing yang berlabuh jangkar ini juga telah mencemari laut hasil pembuangan limbah oli dari tank cleaning kapal tersebut"tutup para nelayan dalam orasi nya.
Aksi demo para nelayan akhir nya berhasil di sepakati untuk melakukan pertemuan antara nelayan dan pihak Syahbandar Pulau Sambu dan Dishub kota Batam dalam waktu dekat. Usai demo ratusan para nelayan ini membubarkan diri dan kembali dengan tertib menggunakan perahu milik mereka.
(rvk/rvk)











































