Kabinet SBY Dinilai Tak Menjanjikan Perubahan
Jumat, 22 Okt 2004 02:00 WIB
Jakarta - Struktur dan personal Kabinet Indonesia Bersatu yang baru saja dilantik tidak menjanjikan perubahan. Kabinet itu tidak sepenuhnya mencerminkan profesionalitas, integritas dan kapabilitas. Demikian pernyataan bersama 13 ornop yang diterima detikcom, Kamis (21/10/2004). Ke-13 ornop itu adalah ELSAM, Imparsial, INFID, KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, Migrant Care, PBHI, ProPatria, Rumpun, Sekretariat Bina Desa, Solidaritas Perempuan, WALHI dan YAPPIKA.Mereka menilai sekitar 80 persen menteri yang dilantik tidak ditempatkan pada pos-pos yang tepat. Hal ini akan menyulitkan pemerintahan yang baru dalam mewujudkan visi misi dan janji-janji yang pernah diutarakan kepada masyarakat.Kabinet SBY, menurut ornop-ornop itu, terlalu gemuk. Ada beberapa pos kabinet bukan merupakan kebutuhan riil, namun lebih merupakan pos yang diadakan untuk sekadar menampung orang yang telah berjasa mengantarkannya ke kursi RI-1. Tim ekonomi Kabinet SBY juga sulit diharapkan dapat membawa Indonesia menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Ornop-ornop itu menyerukan kepada Presiden SBY agar serius memastikan bahwa kabinetnya bekerja sesuai dengan visi misi dan janji yang telah diutarakan. Janji-janji itu meliputi reformasi agraria, penegakan Hukum dan HAM, perbaikan sistem dan meningkatkan mutu pendidikan, menghapus segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, pengentasan kemiskinan dan reformasi TNI berbasis supremasi sipil.Sedangkan kepada masyarakat, mereka mengingatkan untuk tidak terlalu berharap terhadap kabinet baru dan memonitor kinerja Kabinet Indonesia Bersatu. Kamis (21/10/2004), Presiden SBY melantik 36 menteri menteri. Jumlah itu terdiri dari 3 menko, 18 menteri departemen, 12 menteri non departemen dan 2 pejabat setingkat menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
(rif/)











































