3 Hari menjelang pelantikan Ketua Komisi Yudisial (KY), komisioner Taufiqqurahman Sahuri membeberkan peta politik internal KY. Dia blak-blakan membocorkan kapling suara pemilihan Ketua KY pertengahan Juni lalu.
"Sekitar bulan Desember 2010, sehari sebelum pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KY periode pertama (Desember 2010- Juni 2013) kami berempat mengadakan pertemuan di Hotel Acacia," kata Taufiq kepada detikcom, Kamis (27/6/2013).
Hotel Acacia merupakan hotel yang tidak jauh dari kantor KY. Empat orang yang dimaksud yaitu Eman Suparman, Imam Anshori Saleh dan Taufiq sendiri. Di antara mereka, kelompok ini menamakan diri Grup Empat. Dalam pertemuan, mereka bersepakat secara lisan untuk bergiliran memimpin KY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grup Empat ini pun sukses meraih kursi pimpinan KY dan memaksa Grup Tiga tidak mendapatkan satu pun kursi pimpinan. Grup Tiga tersebut adalah Jaja Ahmad Jayus, Abbas Said dan Ibrahim.
Usai pemilihan, Suparman mendapat posisi strategis yaitu bagian pengawasan hakim sedangkan Taifiq urusan rekruitmen hakim agung. Adapun Grup Tiga mendapat posisi 'kelas dua'. Yaitu Ibrahim sebagai kordinator antar lembaga, Jaja bagian Litbang dan Abbas Said bagian pengaduan masyarakat.
"Kami Grup Empat menjadi kekuatan suara mayoritas karena ada satu tujuan yakni mengakomodir saran atau pendapat teman teman LSM agar KY bisa benar-benar independen, dan itu sudah dibuktikan. Terutama dalam seleksi calon hakim agung yang saya pimpin," ujar Taufiq.
Kongsi ini berjalan mulus hingga datang pemilihan pimpinan ketua dan wakil ketua periode kedua. Pemilihan yang digelar di kantor KY di Jalan Kramat Raya, ternyata berbuntut panjang.
Kesepakatan awal yaitu Grup Empat akan memuluskan Taufiq ke kursi Ketua KY kandas. Taufiq hanya mendapat 2 suara, baik di saat pemilihan ketua maupun wakil ketua. Menurut Taufiq, dua suara yang seharusnya untuk dirinya pindah ke Grup Tiga. Adapun Imam Anshari lebih memilih dirinya sendiri.
"Sementara saya dan Eman tetap setia dengan perjanjian 2,5 tahun lalu," tutur Taufiq.
Sesuai jadwal, 1 Juli 2013 esok akan dilantik Ketua KY terpilih Suparman Marzuki. Namun ada yang masing menganjal hati Tauqif.
"Cara-cara yang biasanya dilakukan di dunia politik dan dianggap lumrah seperti saling sikut, tidak sepatutnya diikuti KY," pungkas Taufiq.
Atas kicauan ini, Imam menanggapi dengan kepala dingin. Menurut Imam hal ini adalah masalah internal organisasi.
"Mestinya siapa pun yang terpilih harus diterima secara demokratis. Saya berharap masalah pemilihan ini sudah final dan tidak menyisakan apa-apa lagi," ujar Imam.











































