Menhan Juwono Ingin Bangun TNI yang Profesional
Kamis, 21 Okt 2004 22:00 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan (menhan) Juwono Sudarsono ingin membangun TNI yang profesional dengan memanfaatkan peralatan senjata yang sudah dimiliki. Selain itu, dephan menjajaki tawaran kerja sama militer dengan negara lain.Demikian dikatakan Juwono usai sertijab jabatan menko polkam di Kantor Menko Polkam, Jl. Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (21/10/2004). "Kita kan ingin membangun TNI yang profesional antara lain dengan memanfaatkan peralatan dari AS. Tapi kita diembargo sehingga kemampuan efektif TNI untuk profesionhal menjadi rendah," ujarnya. Menurut Juwono, embargo itu juga akan merugikan AS sendiri karena mereka menjual sebagian peralatan militer kepada Indonesia. Dia mencontohkan suku cadang Pesawat Hercules C 130. "Pesawat itu kita pakai untuk mendatangkan obat-obatan ke beberapa daerah konflik seperti Papua, Ambon, Kalimantan dan lain-lain. Karena adanya embargo, hak pelayanan TNI kepada masyarakat terganggu," katanya. Bagaimana dengan alasan AS bahwa embargo dilakukan karena belum ada perbaikan dalam bidang HAM di Indonesia? "Sejauh yang saya tahu, temuan FBI soal Timika dinyatakan sudah clear. AS sendiri belum mau menyatakan TNI tidak bermasalah. Jadi ada alasan di dalam negeri AS sendiri bahwa TNI tidak bermasalah," jelasnya. Disinggung tawaran kerja sama dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Juwono mengungkapkan pihaknya ingin bekerja sama dengan semua negara, termasuk AS dan Rusia. Namun, lanjut dia, masing-masing negara mempunyai kebijakan politik yang berbeda. "Politik di AS terlalu ruwet. Di AS itu banyak perimbangan kekuatan politik seperti parlemen, LSM maupun lembaga media massa sehingga alot untuk membangun kerja sama militer, tetapi lama kelamaan akan rugi juga," paparnya. Dia menambahkan, sejumlah negara menawarkan sistem persenjataan untuk membantu militer di Indonesia. "Kita menjajaki kemudian dipadukan, misalnya mengenai harga dan usia pemakaian. Itu yang sedang kita pertimbangkan apakah kita perlu pesawat lagi," demikian Juwono.
(rif/)











































