Suparman Bantah KY Terbelah, Pemilihan Ketua Berjalan Demokratis

Suparman Bantah KY Terbelah, Pemilihan Ketua Berjalan Demokratis

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 27 Jun 2013 15:16 WIB
Suparman Bantah KY Terbelah, Pemilihan Ketua Berjalan Demokratis
Pemilihan Ketua KY (ari/detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY) terpilih Suparman Marzuki membantah kicauan salah satu komisioner KY Taufiqqurahman Sahuri. Dalam pernyataannya, Taufiq menilai ada kesepakatan yang dilanggar saat pemilihan Ketua KY pekan lalu.

"Tidak sama sekali, boleh dicek. Proses berlangsung bagus dan selama ini kami kompak," kata Suparman kepada detikcom, Kamis (27/6/2013).

Terpolarisasinya 7 komisioner KY usai terpilih DPR pada 2010 lalu menjadi Grup Empat dan Grup Tiga juga dibantah Suparman. Ia menambahkan 7 komisioner KY tetap harmonis dalam menjalankan tugasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kayak Kopassus saja. Nggak ada itu grup-grupan. 7 komisioner KY ini sangat baik dan keputusan kami selama ini berjalan baik, tidak ada aneh-aneh," ujar Suparman.

"Saya malah heran kenapa ada cerita itu, karena pemilihan itu tidak ada hal ganjil. Terbuka demokratis, tidak ada pernyataan seperti itu," sambung Suparman.

Sementara itu, Suparman mengaku tidak mengetahui motif penyebar isu perpecahan komisioner KY. "Karena semua berjalan baik. Dicek saja dengan komisioner lainnya," tutup Suparman.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Taufiqqurahman menyampaikan telah terjadi polarisasi komisioner KY menjadi grup empat dan grup tiga. Grup empat terdiri dari Eman Suparman, Imam Anshori Saleh, Suparman Marzuki, dan Taufiqqurahman. Sementara grup tiga terdiri dari Abbas Said, Ibrahim, dan Jaja Ahmad Jayus.

Pecahnya kongsi Grup Empat berbuntut dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KY pekan lalu. "Sehingga ia (Suparman) mendapat mayoritas 4 suara yaitu 3 suara dari grup tiga ditambah 1 suara dari dirinya sendiri. Sementara saya dan Pak Eman yang tetap setia dengan perjanjian 2,5 tahun lalu," papar Taufiq terpisah.

(vid/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini