Sepak Terjang Lurah Warakas: Dulu Melawan, Kini Dapat Jabatan

Sepak Terjang Lurah Warakas: Dulu Melawan, Kini Dapat Jabatan

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 27 Jun 2013 14:15 WIB
Sepak Terjang Lurah Warakas: Dulu Melawan, Kini Dapat Jabatan
Jakarta - Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi sempat membuat heboh. Dia melawan kebijakan lelang Jokowi dengan membabi buta. Namun dia melunak hingga akhirnya kini dapat jabatan. Seperti apa ceritanya?

Kemunculan Lurah Warakas pertama kali pada akhir bulan April 2013 lalu. Saat itu, Jokowi sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan program lelang jabatan.

Berikut kisah Lurah Warakas selengkapnya:

Merasa Terhina Lalu Melawan

Dari sekian banyak lurah dan camat yang sempat menolak lelang jabatan, ada nama Lurah Warakas Mulyadi. Dia merasa terhina dengan adanya kebijakan itu.

"Ini menghina saya sebagai lurah yang masih definitif," ujar Mulyadi dengan nada tinggi, akhir April lalu.

Menurut Mulyadi, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar lelang jabatan lurah dan camat sangat melecehkan SK Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Proses lelang jabatan ini sama dengan menghancurkan sistem jenjang karier yang sudah berjalan selama ini.

"Kok hanya yang dilelang lurah dan camat saja, maksudnya apa, kalau mau lelang ya lelang semua PNS," cetusnya.

Mulyadi mengaku ada sekitar 80-an lurah dan camat yang sejalan dengannya tidak mengikuti proses lelang jabatan. Bahkan santer beredar, sang lurah akan melakukan gugatan ke MK.

Direspons Santai Jokowi

Gubernur DKI Jokowi tak bereaksi keras soal perlawanan Lurah Warakas. Dia hanya meminta anak buahnya itu tidak memobilisasi massa. Sang Gubernur juga mengaku siap bila ada gugatan.

Sementara Ahok bersuara cukup tegas. Dia menegaskan, bisa mencopot Mulyadi kapan saja. Sebab, hak untuk pergantian lurah ada di Pemprov DKI.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Made Karmayoga juga ikut berkomentar soal aksi sang lurah. Dia bahkan sempat melontarkan wacana untuk mencopot Mulyadi.

Tiba-tiba Minta Maaf

Setelah menyerang lewat kata-kata secara membabi buta, Lurah Warakas Mulyadi tiba-tiba meminta maaf pada Jokowi dan Ahok. Dia mengaku tak pernah melawan sang gubernur.

"Saya tidak pernah melawan Pak Gubernur," jelas Mulyadi di Kelurahan Warakas, selang beberapa hari setelah perlawanannya.

Dia juga menjelaskan soal kritik dirinya terkait lelang jabatan. Yang berkembang, lanjut Mulyadi, bahasa lelang ini menjadi masalah. Bahasa lelang dianggap dia kurang bagus.

"Saya mohon maaf kepada gubernur dan pemerintah DKI Jakarta," tutupnya.

Ikut Tes Seleksi

Setelah meminta maaf, Mulyadi akhirnya siap mengikut lelang jabatan. Dia siap ikut tes seleksi lurah.

"Siap ikuti, menungggu informasi dari BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," kata Mulyadi.
 
Beberapa tahapan tes sudah diikuti oleh Mulyadi. Termasuk uji kompetensi manajerial hingga sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

Dapat Jabatan dan Dipuji Jokowi

Mulyadi dinyatakan lolos seleksi lelang jabatan. Jokowi pun mengapresisasi keberhasilan Mulyadi dalam seleksi tersebut.

"Bagus, tesnya lulus," ujar Jokowi.

Kepala BKD DKI Jakarta I Made Karmayoga menambahkan, kemampuan tes Mulyadi memang bagus. Meski sempat mengalami sakit pada jantungnya, Mulyadi mengikuti tes yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta di Mabes Polri beberapa waktu yang lalu. Secara kepribadian, Mulyadi disebut mampu menjalankan tugasnya sebagai pimpinan.

Namun Mulyadi tak akan duduk kembali di Warakas. Dia akan dirotasi ke Kelurahan Tugu Utara. Posisi Mulyadi akan diisi oleh Tulus Harjo yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Halaman 2 dari 6
(mad/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini