Gus Dur dan Kabinet Sri

Gus Dur dan Kabinet Sri

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2004 18:15 WIB
Jakarta - Gelar raja guyon memang melekat pada Gus Dur. Hal serius pun jadi bulan-bulanan. Kabinet Indonesia Bersatu jadi sasaran. Wacana Kabinet Sri pun mencuat.Gelak tawa hingga terpingkal-pingkal mewarnai jumpa pers yang digelar Gus Dur di Kantor PBNU jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2004).Kelakar meluncur dari mulut Gus Dur saat diminta tanggapannya mengenai 4 menteri perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka adalah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani."Saya nggak tahu. Tapi secara guyon saya bilang kepada teman-teman, termasuk kepada Rizal Ramli semalam sebelum pengumuman kabinet, bahwa Rizal tidak akan masuk namanya, karena nama dia bukan Sri Rizal Ramli," ujar Gus Dur terkekeh-kekeh."Kabinetnya kabinet Sri, kebudayaannya Sri...mulat, kalau orangnya di sini mungkin menteri agamanya Sri Paus," kata Gus Dur terbahak-bahak.Nama kabinetnya SBY-JK itu cocok nggak? tanya wartawan. "Itu kan nama. Itu kabinetnya yang cocok bersatu, bukan Indonesianya," sahut Gus Dur.Jadi hanya nama? tanya wartawan lagi. "Ya iya, hanya kabinetnya," ujar Gus Dur.Bukannya kalau bersatu Indonesia tidak bisa dikalahkan? pancing wartawan. "Apanya? Orang sepak bola aja kalah terus," sindir Gus Dur tertawa geli.Namun Gus Dur tidak lagi berguyon ketika diminta tanggapannya mengenai Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. "Ya mudah-mudahan bisa kerja. Nggak usah ribut. Lihat saja nanti apa di Kejaksaan Agung dia bisa kerja, dan apa dia diperbolehkan kerja, belum tentu toh," katanya santai."Kalau melihat komitmen SBY ke banyak orang seperti ini, saya khawatir dia tidak bisa kerja. Periksa ini tidak boleh, periksa itu tidak boleh, lalu periksa siapa," ujar Gus Dur mulai serius.Jadi Anda pesimis dengan pemberantasan KKN? desak wartawan. "Oh, itu saya tidak mau jawab. Itu terserah anda persepsinya," sahutnya enteng. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads