"Jalan terus lah. Mayoritas orang setuju kok. NU saja setuju," kata Marzuki usai pertemuan dengan sejumlah Ormas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Marzuki menyatakan, suara mayoritas harus diutamakan ketimbang minoritas. Meskipun ada penolakan terhadap RUU itu, namun Marzuki menganggap jumlahnya tak seberapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi politisi asal Partai Demokrat ini, berbeda pendapat adalah hal yang wajar dalam berdemokrasi, salah satunya soal pembahasan RUU Ormas ini. Namun, undang-undang berkehidupan harus tetap ada dan terus diperbaiki.
"Masak nggak boleh ada aturan di negara ini. Kalau kurang sempurna, nanti kita sempurnakan. Kita negara demokrasi, kalau nanti diubah ya nggak apa-apa lah," pungkasnya.
Wasekjen PBNU Enceng Shobirin memang menyatakan setuju dengan RUU Ormas. Namun, dengan catatan.
"NU memang menerima, tapi tetap agar Ormas tidak dicampurkan dengan LSM apalagi lembaga asing. Karena akan sangat memalukan kalau campur baur seperti itu," kata Enceng.
(dnu/van)











































