Medan Terancam Banjir Besar dan Longsor

Medan Terancam Banjir Besar dan Longsor

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2004 16:38 WIB
Medan - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Polonia Medan, memperingatkan, bencana banjir besar dan longsor berpotensi terjadi di Medan. Sehubungan dengan itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada, terutama yang bermukim di pinggiran sungai.Pernyataan ini dikemukakan Koordinator Pengolahan Data dan Analisa Cuaca Firman Amg kepada wartawan di kantornya, Jalan Polonia Medan, Kamis (21/10/2004). "Curah hujan yang tinggi akan berlangsung selama Oktober hingga November mendatang. Oktober biasanya menjadi puncak curah hujan di Sumatera Utara," jelas Firman.Dengan curah hujan yang seperti ini, kata Firman, maka peluang banjir di seluruh daerah di Sumatera Utara menjadi demikian besar, dan tidak tertutup kemungkinan akan mengakibatkan longsor pada daerah-daerah yang berbukit.Di Medan, banjir memang sudah terjadi. Demikian juga sebagian daerah Kabupaten Deli Serdang yang berdekatan dengan Medan. Hujan lebat yang melanda Medan dan sekitarnya pada Selasa dan Rabu (19-20/10/2004), mengakibatkan meluapnya sungai-sungai yang berada di inti kota Medan, seperti Sungai Batuan, Sungai Deli , Sungai Deli dan Sungai Babura.Luapan air sempat merencam ratusan rumah di Kecamatan Medan Maimun, Medan Petisah, Medan Johor, Medan Tembung, Medan Sunggal, dan Medan Helvetia. Beberapa warga terpaksa menginap ke rumah familinya karena debit air yang memasuki rumah semakin tinggi.Pantauan detikcom hingga Kamis sore, ratusan masyarakat yang semula rumahnya sempat terendam air di kecamatan-kecamatan tersebut sudah melakukan pembersihan dan berangsur normal. Begitupun sejumlah warga masih khawatir akan datangnya banjir susulan."Saya khawatir hujan lagi malam ini, makanya sejumlah barang masih saya titipkan di rumah saudara," kata Ny. Nursa (51), penduduk Jalan Karya Wisata, Medan Johor.Laporan yang diperoleh Kabag Humas Pemko Medan Arlan Nasution, sejauh ini aktifitas masyarakat telah normal kembali. "Kita tidak menerima laporan terjadinya pengungsian. Tidak ada itu," kata Arlan pada detikcom di Kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. (nrl/)


Berita Terkait