Ledakan Tambang di Cina, 148 Orang Dikhawatirkan Tewas
Kamis, 21 Okt 2004 16:11 WIB
Jakarta -
Lokasi tambang batubara Cina kembali menelan korban jiwa. Ledakan gas bawah tanah terjadi di pertambangan batubara di Cina tengah dan menewaskan sedikitnya 56 pekerja tambang. Hampir 100 orang lainnya hilang dan dikhawatirkan meninggal dalam salah satu bencana pertambangan terburuk di negeri Tirai Bambu itu.Peristiwa tersebut terjadi di tambang batubara Daping dekat Xinmi di provinsi Henan yang dipenuhi sekitar 450 pekerja saat musibah terjadi Rabu (20/10/2004) waktu setempat. Sekitar 100 petugas penyelamat dikerahkan untuk mencari para korban. Sampai Kamis dini hari waktu setempat, 56 jenazah sudah ditemukan dan 92 pekerja tambang hingga kini belum diketahui nasibnya. Mereka dikhawatirkan tewas. "Seluruh daerah telah ditutup, dan tidak seorang pun diizinkan masuk," ujar seorang staf pertambangan kepada AFP, Kamis (21/10/2004). Otoritas tidak berharap banyak untuk bisa menemukan korban yang selamat. "Dari pengalaman kami, dengan 148 orang yang hilang akibat ledakan gas di tambang batubara, peluang selamat adalah tipis," kata Sun Huashan, deputi direktur State Administration of Work Safety saat briefing di ibukota Beijing.Kejadian ini merupakan pukulan yang ke sekian kalinya bagi industri pertambangan batubara Cina. Negeri Panda itu merupakan konsumen dan produsen batubara terbesar di dunia. Namun buruknya standar keamanan menyebabkan ribuan korban jiwa terjadi setiap tahun.Data resmi pemerintah Cina menunjukkan bahwa sekitar 7 ribu pekerja tewas setiap tahunnya di pertambangan batubara negeri itu. Namun menurut kelompok HAM yang berbasis di Hong Kong, China Labor Bulletin, jumlah kematian per tahun dalam industri tambang batubara adalah sekitar 20 ribu.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































