Khofifah: Mau Tagih Janji SBY, Cek Program Kerjanya ke KPU
Kamis, 21 Okt 2004 16:03 WIB
Jakarta - Pemekaran kabinet dan program kerja 100 hari menjadi sorotan kinerja pemerintahan SBY-JK. Konsistensi program kerjanya bisa dicek ke KPU."Program 100 hari harus dicek, masuk dalam draft KPU atau tidak. Bila iya, akan memudahkan masyarakat untuk menagih janjinya dalam 100 hari tersebut."Demikian kata Ketua FKB MPR Khofifah Indah Parawansa di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (21/10/2004). Saat masih capres-cawapres, SBY-JK pernah mengajukan program kerja ke KPU."Saya tidak ingin menilai lebih awal karena kita tunggu lah. Pak SBY kan dari awal ngomong mau buat program 100 hari. Ini semangat politik yang bagus untuk dilihat lagi implementasinya," lanjutnya.Tapi mengenai pemekaran kabinet, sambung dia, harus ada relokasi anggaran untuk kementerian baru. Jadi perlu revisi dari sisi anggaran. Selain itu, harus dicek lagi ke KPU apakah program SBY memang meng-cover departemen-departemen yang ada di kabinetnya yang sekarang atau tidak."Begitu pula dengan pemecahan kabinet, apakah diinspirasikan dari program-program tersebut atau tidak. Karena yang penting bukan soal kenapa harus dipecah, tapi perlu ditelaah apakah program SBY yang sudah disusun akan terpenuhi dengan kabinet sekarang," ujar Khofifah.Soroti Freddy & SriMengenai orang-orang dalam kabinet, dia menilai ada beberapa yang menurutnya kurang tepat. Misalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda Purn Freddy Numberi dan Kepala Bappenas Sri Mulyani."Meskipun berasal dari angkatan laut, Freddy Numberi justru belum tentu tahu masalah-masalah kelautan dan perikanan. Begitu pula Sri Mulyani, saya rasa ilmu dia tidak terlalu terpakai untuk bidang itu. Apalagi peran Bappenas sekarang berbeda dengan yang dulu. Lebih tepat bila dia ditempatkan di menteri keuangan," urai Khofifah.Sedangkan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, menurut dia, sempat mengatakan ingin seperti alm Baharuddin Lopa yang dikenal sebagai penegak hukum yang jujur dan tidak kenal kompromi. "Ini menurut saya adalah semangat awal yang patut diapresiasi," kata Khofifah.
(sss/)











































