Dampak kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau mulai terasa hingga ke Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Kabut asap mulai dirasakan warga sejak siang ini.
Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Perhubungan Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengaku dari pantauan di beberapa ruas jalan lintas Sumatera yang dilakukan mereka, kabut asap mulai nampak. Namun belum menggangu jarak pandang bagi pengendara lalu lintas.
"Jarak pandang masih aman tapi kita sarankan pengendara harus hati hati terlebih lebih menjelang sore. Karena semakin sore makin tebal kabutnya," jelas Mixnon Andreas Simamora kepada detikcom, Selasa (25/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabutnya mulai siang dan kalau berkendaraan sepertinya di hidung mulai terasa perih," ujar Eddy, warga Jalan Sangnawaluh Pematangsiantar.
Munculnya kabut asap diduga karena perubahan arah angin. Sebelumnya, asap yang berasal dari kebakaran hutan di Riau mengarah ke arah Malaysia dan Singapura.
"Ada kemungkinan karena perubahan arah angin," terang Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Reinward Simanjuntak.
Reinward menyarankan jika ketebalan asap dalam beberapa hari ke depan semakin bertambah hingga melewati Indeks Polusi Udara (API) maka diharapkan warga lebih menjaga kesehatan.
"Kita akan terus pantau perkembangan kabut asap. Tapi warga diharapkan mengenakan masker jika ketebalannya bertambah," kata Reinward.
Sekitar tahun 2009 kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun pernah diselimuti kabut asap. Bahkan terjadi dua kali dalam setahun, Mei dan Oktober. Penyebabnya juga karena kebakaran hutan di Riau.
(mok/mok)











































