Fidel Castro Jatuh Usai Berpidato
Kamis, 21 Okt 2004 15:10 WIB
Jakarta - Presiden Fidel Castro terjatuh seusai menyampaikan pidatonya yang disiarkan langsung oleh televisi setempat. Namun pemimpin Kuba itu dengan cepat menguasai kembali dirinya dan bangkit berdiri.Pria berusia 78 tahun itu tengah meninggalkan podium saat mendadak terjatuh usai berpidato di pusat kota Santa Clara, sebelah timur ibukota Havana. Saat bangkit kembali, Castro sempat bercanda dengan mengatakan "mungkin lutut saya patah... namun saya masih utuh."Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Kamis (21/10/2004). Orang-orang yang menonton siaran tv tidak bisa melihat kejadian setelah Castro menutup pidatonya pada Rabu (20/10/2004) waktu setempat itu. Para pemirsa tv hanya menyaksikan beberapa pengawal Castro berlarian untuk menolong dia.Menurut seorang fotografer Associated Press yang berada di lokasi, Castro terjatuh sesaat setelah menuruni anak tangga panggung tempat dirinya berpidato. Ia jatuh ke tanah dengan lutut dan pahanya terlebih dahulu menghantam bumi, baru kemudian siku dan tangannya.Keringat deras mengucur di wajah Castro ketika ia tampil di depan kamera sesaat setelah dirinya ambruk. Ia menegaskan bahwa dirinya masih bisa melanjutkan pekerjaannya. "Saya akan melakukan apa saja untuk bisa pulih secepat mungkin, seperti yang kalian lihat saya masih bisa bicara. Saya bisa melanjutkan pekerjaan saya," tandasnya.Insiden ini tampaknya tidak begitu serius dibandingkan ketika Castro ambruk pada Juni 2001 silam. Saat itu Castro pingsan di depan ribuan massa yang berkumpul untuk mendengarkan pidatonya. Setelah sadar, Castro berguyon dengan mengatakan bahwa itu hanya latihan untuk melihat penguburan seperti apa yang akan didapatnya.Peristiwa tersebut langsung menimbulkan spekulasi gencar mengenai kondisi kesehatan Castro yang telah berkuasa selama 45 tahun. Banyak yang bertanya-tanya apa yang akan terjadi setelah pemimpin negeri komunis itu meninggal.
(ita/)











































