"Kita ambil jalan tengah, pertama kalau RUU insiatif DPR tidak ada fraksi manapun yang menghalang-halangi, hanya aspek kehati-hatian. Dan kedua tidak ada fraksi yang menang dan kalah di RUU Ormas, karena ini kepentingan nasional sehingga perlu aspek kehati-hatian," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan usai meminpin rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2013).
"Artinya secara prinsip itu hasil terakhir. Bukan setuju dan tidak, kita komunikasi dengan tokoh-tokoh ormas seperti Muhammadiyah. Penundaan itu hanya aspek kehati-hatian," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penundaan RUU Ormas juga tidak akan mengubah substansi, selama satu minggu ini DPR kembali akan mengundang Ormas hanya untuk keperluan sosialisasi dan harmonisasi.
"Secara subtansi sebagian besar tidak ada perubahan apalagi masalah kehidupan berbangsa bernegara, baik terkait transparansi, keamanan, keuangan sehingga kalau ada perubahan hanya harmonsasi dan sinkronsasi," tuturnya.
Soal kemungkinan adanya perubahan pasal atau subtansi dalam pengesahan paripurna mendatang, Taufik tidak ingin menduga-duga. Termasuk seandainya masih ada penolakan dari beberapa Ormas.
"Kita sudah sepakati jalan tengahnya aspek kehati-hatian, kita lihat nanti (kalau ada kemungkinan revisi). Tentunya dalam forum itu, silakan semuanya curhat disampaikan lagi, diberi ruang untuk komunikasi," kata politisi PAN itu.
Apakah penundaan ini juga karena Muhammadiyah dan beberapa ormas masih menolak disahkan?
"Kita mengakomodir semua stakeholder, ini bukan menang kalah, kalau terkait ini semuanya terakomodir. Artinya tidak hanya Muhammadiyah ada ormas lain (yang diakomodir)" jawab Taufik.
(/lh)











































