"Kalau dari kebiasaan kita, BBM naik ya ongkos naik. Kita merasa keberatan kalau belum dinaikin, keberatan buat beli bensinnya," ujar Lamdas Simatupang (49), sopir angkot T19 jurusan Depok-Kampung Rambutan, di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2013).
Sembari menunggu giliran jalan angkotnya, Lamdas mengatakan, saat ini per hari ia harus menyetor kepada pemilik angkot sebesar Rp 170 ribu. Jumlah setoran tersebut diyakininya akan segera naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang penumpang bernama Tony (45) memaklumi tarif naik. "Tapi harus ada peremajaan dan perbaikan pelayanan dari pengelola angkutan umum. Masa ongkosnya doang yang naik pelayanan nggak," ujar Tony.
Sementara itu Lia (23) yang menumpang bus antar-provinsi dari Karawang ke Kampung Rambutan memaklumi adanya kenaikan tarif Rp 1.000. "Menurut saya pas-pas saja, yang penting jangan naik tinggi banget sampai Rp 3.000," ungkapnya.
(rna/nrl)










































