Menteri Ekonomi Diprediksi Kolaps Usai Hari Raya

Menteri Ekonomi Diprediksi Kolaps Usai Hari Raya

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2004 14:34 WIB
Jakarta - Para menteri di bidang ekonomi dinilai banyak salah tempat dan tidak pas. Komposisinya pun memenangkan IMF. Bisa-bisa kolaps usai hari raya.Penilaian dan prediksi itu disampaikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Bintang Reformasi Zainal Maarif dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (21/10/2004)."Saya prediksi tim ekonomi tidak pas. Bisa saja setelah hari raya kolaps. Isu perubahan yang diusung SBY merupakan masalah berat 6 bulan ke depan. Apalagi menteri-menteri di bidang ekonomi banyak yang salah tempat. Intinya saya melihat IMF yang menang dalam komposisi kabinet SBY," ujarnya.Zainal melihat ada hal ironis dalam penempatan orang-orang dalam Kabinet Indonesia Bersatu di sektor ekonomi. Misalnya Menkeu Yusuf Anwar adalah komisaris PT Chandra Asri milik Prajogo Pangestu.Sedangkan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, lanjut dia, masih mempunyai utang di BPPN yang belum diselesaikan, dan di Jamsostek juga masih ada Rp 500 miliar utangnya yang belum diselesaikan."Jadi Dorodjatun (mantan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti) dalam hal ini kapasitasnya sulit ditandingi oleh Aburizal," tukas Zainal.Soal Menneg BUMN Sugiharto, sambung dia, juga perlu dipertanyakan. Sebab dia adalah bendahara Medco."Terkait Sugiharto dan Yusuf Anwar, saya harap jangan sampai mereka seperti Laksamana Sukardi yang merangkap jabatan," tukas Zainal.Menurut dia, DPR perlu menanyakan kenapa orang yang bermasalah diangkat menjadi menteri. "SBY seharusnya menjelaskan mengapa si A atau B yang dipilih. Kabinet tidak menunjukkan perubahan, tapi permasalahan. Saya akan usulkan dalam rapim DPR agar ada konsultasi antara DPR dan presiden, termasuk soal penjelasan mengenai orang-orang yang disebut bermasalah tadi," tandas Zainal.Pada kesempatan terpisah, Ketua DPR Agung Laksono mengungkapkan harapan agar orang-orang yang tampil dalam tim ekonomi mampu menjalankan tugas yang sangat berat dengan maksimal, yaitu recovery ekonomi yang sudah ditunggu-tunggu.Tanggapan soal Aburizal dan Yusuf Anwar? "Mereka adalah orang yang selama ini dikenal sebagai profesional dan praktisi, tapi juga aktif di organisasi usaha, sehingga tentu alur berpikirnya tidak hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, tapi juga kepentingan nasional. Semangat ini yang saya kira mendasari rasa optimisme kita," katanya.Tapi katanya mereka bermasalah? "Saya kira SBY dan timnya sudah melakukan seleksi yang ketat. Sebab kalau bermasalah, tentu tidak akan dipanggil. Jadi meskipun presiden punya hak prerogatif, saya kira tidak mungkin sembarangan begitu saja, dan sebelumnya sudah melaksanakan investigasi, apalagi sekarang ini transparan dan ada tekanan publik," ujar Agung.Yang penting, lanjut dia, DPR tentu siap melakukan pengawasan kinerja jalannya pemerintahan nanti. SBY pun dianggap tidak perlu mengklarifikasi kepada DPR mengenai pemilihan orang-orang, terutama yang bermasalah, di dalam kabinet."Kita serahkan pada hak prerogatif presiden. Tapi apabila nanti ditemukan ternyata ada hal-hal yang perlu dipertanyakan, tentu bisa berkembang. Saat itulah DPR melakukan tugasnya," demikian Agung. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads